Showing posts with label Tips Merawat Bayi dan Janin. Show all posts
Showing posts with label Tips Merawat Bayi dan Janin. Show all posts

Sebelum Cium Bayi, Perhatikan Hal Ini Agar Tak Tularkan Penyakit

Jakarta, Kebiasaan mencium bayi memang berisiko menularkan penyakit infeksi, namun jika dilakukan sembarangan. Pakar mengatakan boleh-boleh saja mencium bayi, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan beberapa penyakit memang bisa ditularkan melalui ciuman. Sebut saja  infeksi mononukleosis, herpes, batuk pilek hingga flu Singapura.

Solusinya, dr Meta menganjurkan agar bayi yang dijenguk tak dicium di mulut, lebih baik di pipi atau keningnya. "Yang pasti jangan cium di mulut ya, karena risiko tertular infeksi lebih besar," paparnya kepada detikHealth, Senin (28/9/2015).

Jika memang yang mencium keluarga atau kerabat dekat, selama ia sedang dalam kondisi sehat tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika yang mencium adalah orang asing, ibu pun pasti merasa was-was.

Ketika sedang berjalan-jalan bersama buah hati, terkadang memang ada orang yang sengaja mendekat untuk mencium bayi. Hal ini terjadi karena mereka menyukai bayi Anda dan menganggapnya lucu. Ciuman pun dilakukan sebagai bentuk kasih sayang tanpa ada maksud jahat.

dr Meta mengatakan ketika hal ini terjadi, orang tua memiliki hak untuk melarang. Memang akan terkesan tidak enak atau sombong, tapi melarang orang lain untuk mencium bayi memang termasuk hak orang tua.

"Langsung katakan secara jujur bahwa kita sebagai orang tua merasa keberatan kalau anak dicium-cium. Saya rasa sih nggak masalah ya," pungkasnya.

Terakhir, jangan lupa cuci tangan sebelum menyentuh bayi. Memang ada sebagian ibu yang percaya bahwa bayi jangan dibuat terlalu steril untuk mengembangkan sistem imunnya. Tapi menurut dr Meta, mencuci tangan sebelum menyentuh bayi merupakan keharusan.

"Betul, tapi pastikan cara mencuci tangannya benar ya. Bayi masih belum sempurna sistem imunnya, sehingga lebih mudah sakit," pungkasnya.
(mrs/vit)

Sumber: health.detik.com

Apakah Bayi Anda Mendapat ASI Cukup? Ini Cara Mengetahuinya

Jakarta, Bagi ibu yang masih memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya kerap bingung apakah si kecil telah mendapat cukup ASI. Bagaimana cara mengetahuinya?

"Biasanya yang jadi ketakutan ibu-ibu itu adalah apakah si anak mendapat ASI yang cukup. Soalnya kita nggak tahu kan misalnya dalam sejam menyusu, si bayi dapat berapa banyak ASI, ujar Muji Hananik, salah satu konselor laktasi ASI di RSIA Bunda, pada seminar 'New Mom, New You' bersama Philips Avent di auditorium RS Bunda, Menteng, Jakarta, seperti ditulis pada Minggu (13/9/2015).

Untuk memastikannya, ibu dapat melihat pola ekskresi si bayi setiap harinya, dengan syarat bahwa intensitas menyusunya normal.

"Lihat pipisnya berapa kali. Kalau misalnya dia pipis lima sampai enam kali sehari dan buang air besar dua kali, artinya ASI ibu cukup buat si bayi,"" tambah Muji yang sudah menjadi konselor laktasi ASI sejak 2001 di RSIA Bunda.

Ditemui pada acara yang sama, dokter spesialis anak, dr Melanie Yudia Iskanda SpA menjelaskan bahwa perubahan berat badan dan suhu tubuh bayi juga bisa menjadi indikator kecukupan ASI. Sejatinya, berat badan bayi akan berkurang pada minggu-minggu awal pasca kelahiran. Hal ini umum terjadi, sebab menurut dr Melanie, ketika masih di dalam rahim, ada banyak cairan. Sehingga berat badan bayi bertambah karena adanya cairan di dalam tubuh yang dibawa sejak dari rahim ini. 

Namun, ibu juga perlu waspada mengenai pengurangan berat badan ini. "Toleransinya itu sekitar 10 persen. Kalau berat badannya berkurang lebih dari itu, si ibu perlu hati-hati. Bisa jadi anak dehidrasi," jelas dr Melanie.

Jika hal ini terjadi, dr Melanie menyarankan agar ibu lebih memerhatikan manajemen laktasinya serta posisi bayi ketika disusui. Jika dua hal tersebut telah dilakukan dengan benar, selanjutnya cek kembali produksi ASI. Jika memang tidak cukup, si ibu akan ditawarkan untuk menggunakan jasa donor ASI.

(vit/vit)

sumber: health.detik.com

Bayi Paling Mudah Tertular Batuk Rejan dari Saudaranya

Jakarta, CNN Indonesia -- Penelitian terbaru terhadap 1.306 bayi menemukan bahwa batuk rejan pada bayi saat ini lebih sering ditularkan oleh saudara kandung dibanding oleh ibu si bayi.

Padahal semula diduga para ibulah yang paling sering menularkan batuk rejan akibat kedekatannya dengan anak-anak yang masih bayi. Hingga pada 2008, banyak peneliti curiga bahwa bukan ibu sumber utama penularan batuk rejan pada bayi.

"Mengetahui darimana mereka tertular penyakit itu adalah hal penting, jadi kita bisa mencari pendekatan pencegahan dan pengobatan yang sesuai," kata Tami Scoff dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta, Amerika Serikat.

Menurut CDC, batuk rejan dapat menjadi penyakit yang berbahaya, bahkan dapat berujung pada kematian bagi bayi.

Penyakit ini lebih dikenal dengan istilah resmi, Pertusis. Dulu, sang ibu dikenal sebagai orang yang paling mungkin menularkan infeksi Pertusis kepada anaknya.

Dalam studi baru ini, para peneliti menggunakan data antara tahun 2006 dan 2013 dari 1.306 bayi di tujuh negara bagian, seperempat dari mereka berumur kurang dari dua bulan.

Mereka meneliti dengan cara menanyakan siapa yang mengidap batuk rejan ini antara satu sampai tiga bulan sebelum bayi-bayi itu memulai batuknya. Dengan hal ini, para peneliti dapat mengetahui apa dan siapa sumber infeksi atas 44 persen bayi itu.

Hasilnya adalah, saudara kandung mereka lah yang paling mungkin menularkan batuk rejan ini, dengan persentase 36 persen, dibandingkan dengan para ibu, yakni 21 persen dan para ayah hanya mencapai 10 persen.

Para peneliti itu kemudian menulis dalam jurnal Pediatrics bahwa perubahan ini tidaklah mengejutkan. Pasalnya, batuk rejan pada saat ini menjadi hal yang sering terjadi kepada anak-anak. Hal ini diakibatkan proteksi versi vaksin batuk rejan terbaru yang melemah dalam beberapa tahun terakhir.

"Jadi masuk akal bahwa kita melihat transisi dari ibu ke saudara kandung sebagai sumber infeksi," kata Skoff kepada Reuters Health.

Penelitian ini, menurutnya, menunjukkan bahwa meskipun orang-orang disekitar bayi itu telah divaksinasi, hal itu tidak akan menghalangi batuk rejan untuk menular.

Malahan, ia menyarankan bagi para wanita untuk mendapatkan vaksinasi batuk rejan ketika sedang mengandung, agar antibodinya dapat diturunkan ke janin. Antibodi itu akan dapat memproteksi bayi tersebut hingga ia cukup dewasa untuk divaksinasi.


"Kalian bisa memberikan proteksi langsung kepada ibu dan bayinya," ujar Skoff. "Terdapat beberapa data di Inggris yang menunjukkan bahwa vaksinasi pada saat kehamilan sangat efektif. Data itu sangat menjanjikan, maka dari itu kita menggunakan strategi ini.

sumber: cnnindonesia.com

Saran Dokter, Konseling ASI Sudah Harus Dimulai Sejak Hamil

Jakarta, Kegagalan ASI Eksklusif banyak disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan di kalangan para ibu. Akibatnya, banyak yang panik saat ASI tidak keluar di hari-hari pertamanya menjadi ibu dan langsung beralih ke susu formula.

"Padahal, ASI tidak lancar sampai 2-3 hari pertama itu normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata dr Melanie Yudiana Iskandar, SpA dari RS Bunda, ditemui dalam Perayaan 30 Tahun Philips Avent di Plaza Bapindo Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

Kepanikan saat ASI tidak lancar, atau bahkan tidak keluar, kadang muncul karena bayi menangis. Biasanya, para ibu yang panik akan segera menyimpulkan bahwa si bayi sedang lapar. Karena ASI tidak lancar, pilihannya lantas jatuh ke susu formula.

Padahal menurut dr Melanie, bayi menangis bisa disebabkan oleh banyak hal. Tidak selalu karena lapar, bisa saja karena hal lain terutama popok yang lembab atau basah. Bisa juga, bayi menangis sekadar karena ingin digendong.

Agar para ibu tidak mudah panik menghadapi situasi seperti itu, dr Melanie menekankankan pentingnya konseling laktasi atau menyusui. Bahkan, konseling perlu dimulai jauh-jauh hari sebelum si bayi lahir.

"Hamil 6 bulan sebaiknya sudah mulai ada konseling laktasi," saran dr Melanie.

Keberhasilan ASI Eksklusif di Indonesia terbilang masih rendah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, tingkat pemberian ASI Eksklusif baru mencapai 38 persen. Kurangnya fasilitas di tempat kerja menjadi salah satu kendala dalam menyukseskan ASI Eksklusif di kalangan ibu bekerja atau working mom.
(up/vta)
Sumber: Detikhealth.com

Berisiko Tercekik atau Tertindih, Hindari Menaruh Banyak Benda di Kasur Bayi

Jakarta, Saat memiliki bayi yang baru lahir, sebagai orang tua pastinya ingin selalu tidur bersama. Tapi ternyata studi mengatakan bahwa tidur bersama orang tua berisiko kematian pada sang bayi. Mengapa begitu?

Dikutip dari Reuters, Jumat (18/7/2014), tidur bersama dengan orang tua atau binatang peliharaan merupakan penyebab utama kematian pada bayi berumur 4 bulan. Risiko terbesar pada bayi berumur antara 4 bulan hingga 1 tahun adalah dengan berguling pada objek yang ada di boks bayi atau tempat tidur.

"Temuan ini masuk akal bagi perkembangan bayi di tahun pertama, di mana bayi yang berumur kurang dari 4 bulan tidak mempunyai kekuatan untuk memindahkan kepalanya ketika orang dewasa berguling (saat tidur) ke arahnya dan menutup mulut sang bayi," jelas Dr Jeffrey Colvin, peneliti dari studi ini.

Studi ini dilakukan para peneliti dengan melihat database nasional kematian bayi di 24 negara bagian. Data-data tersebut terdiri dari 8.000 bayi yang meninggal akibat sesak napas yang disengaja atau pencekikan di tempat tidur. Kejadian yang tiba-tiba seperti ini disebut sebagai Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Menurut hasil yang dipublikasikan, sekitar 70 persen bayi meninggal akibat tidur bersama dengan orang tua atau binatang peliharaan. Sementara sepertiganya meninggal akibat terlilit atau tercekik benda-benda yang ada di tempat tidur, misalnya bantal atau selimut.

"Bayi yang berada pada umur 4 bulan mulai berguling dengan perut mereka dan itu memungkinkan studi ini bahwa bayi dapat berguling. Tetapi pada benda-benda yang lembut seperti bantal atau boneka binatang, bayi akan menjadi mudah tercekik," jelas Dr Colvin, yang juga merupakan dokter anak di Children's Marcy Hospital and Clinics, Kansas City, Missouri.

Faktor-faktor inilah yang berisiko pada bayi, baik yang masih berumur dibawah 4 bulan maupun yang sudah berumur 1 tahun. Menurut profesor dari Ilmu Kesehatan Anak-anak di Yale School of Medicine di Conecticut, Dr Eve R. Colson, selain benda-benda yang empuk, posisi tidur juga dapat menyebabkan kematian pada bayi, khususnya posisi miring.

"Yang paling penting adalah orang tua harus memastikan bahwa tidak ada barang-barang lain pada tempat tidur si anak, terutama bantal, selimut, dan mainan," tegas Colvin.(up/up)
sumber: health.detik.com

5-10 Persen Bayi Susah Menyusu Karena Ada 'Tali' di Lidahnya

Jakarta, Cukup banyak tantangan yang dihadapi untuk menyukseskan ASI (Air Susu Ibu) Esklusif selama 6 bulan. Selain kurangnya informasi di kalangan para ibu, terkadang kondisi fisik si bayi juga menghalangi, misalnya memiliki 'tali lidah'.

Tali lidah atau dalam istilah medis disebut tongue tie merupakan jaringan tipis yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung bagian bawah. Bayi dengan kelainan bawaan berupa tali lidah yang pendek akan merasa sakit dan kesulitan saat menghisap puting ibunya.

"Penelitian menunjukkan 5-10 bayi memiliki tongue tie. Mungkin angka sesungguhnya lebih banyak lagi," kata Dr. Jack Newman, FRCPC, pakar laktasi internasional dari Kanada, saat ditemui di Hotel Santika, Jl AIPDA KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, seperti ditulis pada Rabu (28/8/2013).

Menurut Dr Newman, kondisi ini kerap menyulitkan bayi untuk menyusu dengan baik. Bukan satu-satunya faktor yang menghambat pemberian ASI Eksklusif memang, tetapi bisa semakin menghambat bila ada kondisi lain misalnya si ibu kurang mendapat informasi.

Padahal seperti disampaikan oleh Dr Newman, cara mengatasi tongue tie cukup sederhana. Dengan pemotongan tali lidah yang prosedurnya tidak lebih dari 2 detik, bayi bisa menyusu dengan lebih nyaman. Prosedur ini umumnya bisa dilakukan oleh dokter anak.

Sementara itu, kurangnya informasi yang lengkap di kalangan para ibu masih menjadi hambatan utama dalam mengkampanyekan ASI Eksklusif khususnya di Indonesia. Oleh karenanya, dibutuhkan peran para konselor maupun konsultan laktasi sebagai penyampai informasi.

"Konsultan laktasi, yang bergelar IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant) baru ada 53 orang di Indonesia. Diharapkan tiap tahun jumlahnya bertambah," kata Prof Dr Rulina Suradi, SpA(K), IBCLC, Koordinator IBCLC untuk Indonesia sekaligus penasihat Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia (AKLII).

Dalam rangka meningkatkan kecakapan para konsultan maupun konselor laktasi, AKLII mengadakan seminar di Hotel Santika Jakarta pada 28-29 Agustus 2013. Dr Newman, pakar laktasi internasional dari Kanada, menjadi salah seorang pembicara dalam acara tersebut.(up/up)
sumber: Health.detik.com

Wah! Bayi Ini Lahir dengan Memiliki Dua Gigi Depan

Middlesbrough, Inggris, Bayi yang baru lahir umumnya tidak memiliki gigi dan gigi tersebut baru akan tumbuh ketika ia berusia sekitar 6 bulan. Namun di Middlesbrough, Inggris, lahir seorang bayi perempuan bernama Eva Faith. Hebatnya, bayi ini lahir dalam kondisi sudah memiliki dua gigi depan.

Ibu Eva, Vicki Griffiths (26) mengaku sangat terkejut dengan kondisi bayinya. Vicki yang sebelumnya berencana memberikan ASI eksklusif bahkan berubah pikiran dan akan mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (20/9/2013).

Eva lahir dengan sehat dan berbobot 3 kg di James Cook University Hospital, Middlesbrough. Awalnya tak seorang pun dari para perawat dan bidan yang menyadari bahwa bayi mungil ini sudah memiliki gigi. Ayah Eva, Steven, merupakan orang pertama yang menyadarinya. 

"Ketika saya kembali ke ruangan, Steven mengatakan bahwa anak kami memiliki gigi. Saya awalnya tidak percaya dan hanya tertawa, namun kemudian ia memperlihatkannya dan saya benar-benar terkejut," ujar Vicki. 

Tak hanya Vicki dan Steven saja yang terkejut atas kondisi Eva. Para perawat dan bidan pun merasa tak percaya. 

"Saya terus bertanya pada perawat dan bidan apakah mungkin saat ini Eva merasa kesakitan akibat pertumbuhan giginya tersebut, namun tak satupun dari mereka yang bisa menjawab," tutur Vicki. 

Ketika kemudian Vicki dan Eva diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Vicki kemudian menemui dokter pribadinya. Dokter tersebut mengungkapkan bahwa ia pun tidak pernah menemui kasus seperti ini sebelumnya. Bahkan bidan dengan pengalaman selama 25 tahun pun tak pernah melihat kasus seperti Eva. 

Pada awalnya Vicki berpikir untuk melakukan sesuatu pada gigi Eva karena khawatir ia bisa tersedak. Namun dokter anak yang memeriksa Eva mengungkapkan bahwa kondisi Eva cukup stabil dan tidak ditemukan ada masalah, sehingga Eva tidak diberikan tindakan medis apapun terkait pertumbuhan giginya. Kini Eva sudah berada di rumahnya bersama orang tua dan kakak-kakaknya, Elizabeth (7) dan Emily (5), di Redcar, Cleveland.(ajg/vit)
sumber:health.detik.com

Benarkah Sering-sering Periksa USG Kehamilan Bisa Bahaya?

Jakarta, Untuk mengetahui hamil tidaknya seseorang secara akurat, metode ultrasonografi dijamin memberikan jawaban yang valid. Seperti namanya, metode ini menggunakan gelombang yang dipancarkan ke dalam rahim ibu. Beberapa orang menganggap cara ini berbahaya jika terlalu sering digunakan.

"USG gunanya untuk mengetahui hamilnya di dalam atau di luar rahim, mengetahui kandungannya tunggal atau kembar dan mengetahui kelainan awal pada bayi, apakah terjadi hamil hampa atau hamil anggur," terang dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina seperti ditulis pada Rabu (3/4/2013).

dr Frizar menjelaskan bahwa USG ini perlu dilakukan pada 3 bulan pertama kehamilan. Untuk selanjutnya, metode USG berguna untuk mengetahui bagaimana perkembangan bayi di dalam kandungan dan plasentanya, bahkan juga bisa untuk memperkirakan jenis kelamin bayi.

Pada usia kehamilan 18-23 minggu, kelainan struktural janin sudah bisa terdeteksi dengan menggunakan USG. Ketika usia kehamilan 30 - 34 minggu, kelainan posisi dan pertumbuhan janin sudah dapat diketahui. Kondisi plasenta, tali pusat dan kecukupan air ketubannya juga dapat diketahui.

Hasil pemeriksaan akan diberikan kepada ibu hamil dalam bentuk foto, mirip seperti hasil pemeriksaan rontgen. Bedanya, metode rontgen menggunakan sinar X yang menghasilkan radiasi, sedangkan USG menggunakan metode suara dengan frekuensi 20.000 Hertz yang lebih aman. 

Metode USG memiliki beberapa berbagai macam tipe, yaitu 2D, 3D dan 4D. Secara umum ketiga jenis USG ini memiliki tujuan yang sama, hanya saja semakin besar dimensinya, maka gambar yang muncul akan semakin detail terlihat. Dr Frizar menerangkan perbedaan detailnya adalah sebagai berikut:

- USG 2D menghasilkan gambaran foto biasa yang nampak dari 1 sisi, yaitu dari sisi panjang, lebarnya dan sisi samping.
- USG 3D menghasilkan gambaran foto dengan ketebalan seperti nonton film 3D, jadi seperti aslinya.
- USG 4D menghasilkan gambaran yang bisa bergerak real time, jadi terlihat seperti menonton film.

Menepis kekhawatiran mengenai dampak negatifnya jika sering digunakan, dr Frizar mengatakan bahwa USG aman digunakan. Metode ini hanya menggunakan gelombang suara jadi tidak melepaskan radiasi yang bisa merusak seperti pada prosedur sinar X.

"Minimal 3 kali. Sekali pada trimester pertama, trimester kedua dan ketiga. Tidak akan menimbulkan dampak apa-apa karena ini bukan x-ray, paling-paling siapkan dompetnya saja," pungkas dr Frizar.(pah/vta)
sumber: helath.detik.com

Bunda, Jangan Beri Bayi Anda Makanan Padat Sebelum Umur 6 Bulan

Jakarta, Makanan padat atau makanan pendamping ASI sebaiknya jangan diberikan sebelum bayi berumur 6 bulan. Jika makanan padat diberikan terlalu dini bisa memicu obesitas maupun menyebabkan alergi.

"Makanan padat bisa jadi rendah nutrisi baiknya dan tinggi kalori. Hal ini bisa menyebabkan obesitas pada bayi, alergi atau eksim, dan itu terkait dengan diabetes," terang Dr Deb Lonzer, seorang dokter anak dari Cleveland Clinic, Ohio, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (26/3/2013).

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan ada bayi yang diberi makanan padat di usia 4 bulan. Bahkan ada yang telah mendapat makanan padat saat masih berusia 4 minggu.

Dalam penelitiannya, CDC menginterview 1.300 ibu, di mana 40 persen di antaranya telah mengenalkan makanan padat sebelum bayi berusia 4 bulan. Alasan ibu memberikan makanan padat itu beraneka macam. Ada yang menyebut bayinya sudah cukup umur untuk makan makanan padat, karena bayi terlihat lapar, dan karena ingin bayinya mendapat makanan tambahan selain ASI ataupun susu formula.

"Mereka mendapatkan informasi dari berbagai sumber seperti teman, kerabat, internet, dan itu semua membuat mereka tidak benar-benar yakin dengan apa yang telah dilakukannya," ucap Dr Lonzer.

Bahkan masih ada ibu yang percaya bayinya akan tidur lebih nyenyak dan akan lebih bahagia jika mendapat asupan makanan padat. Terkait kasus ini Akademi Dokter Anak Amerika (AAP) kembali mengingatkan bahwa pemberian makanan padat sebelum bayi berusia 6 bulan dapat meningkatkan berbagai risiko sakit kronis. Hal ini bisa memangkas manfaat pemberian ASI pada bayi.

Dr Lonzer mengingatkan jika bayi terlihat tidak puas dengan ASI yang telah diminumnya, para ibu jangan buru-buru memberinya makanan padat. Hal yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu.

"Jika bayi di bawah 6 bulan sudah minum banyak ASI atau susu formula tapi seperti masih lapar atau jadi rewel sepanjang waktu, itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemberian makanan," terang Dr Lonzer.

Nah, Bunda jika bayi Anda rewel jangan buru-buru 'mencekokinya' dengan makanan padat. Mungkin hal itu karena tingkah laku atau berkaitan dengan masalah medis.(vit/mer)

Unik! Ada Jejak Wajah Bayi di Perut Ibu Hamil Ini

Skotlandia,, Bila diperhatikan ini tampak seperti film alien, di mana ada alien pembunuh menyembul keluar dari perut astronot yang diresapi telurnya. Namun ini adalah kisah nyala, ketika wajah janin menempel di perut ibunya dan membentuk jejak. Unik!

Karen McMartin dan suaminya, David, tidak percaya ketika melihat ada jejak wajah sempurna tepat di pusar perutnya yang tengah hamil. Tampak seperti janin yang sedang memamerkan wajahnya, Karen berharap wajah bayinya yang belum lahir itu tampak lucu.

Pasangan asal Kilwinning, North Ayrshire, Skotlandia, terkejut dan sempat tidak percaya melihat peristiwa unik yang terjadi dalam beberapa minggu ini. Dari balik perut Karen tampak ada calon bayi yang sedang menatap mereka.

Bila diperhatikan, gambar mengejutkan ini tampak seperti adegan di film horor fiksi ilmiah yang dibintangi Weaver Sigourney di tahun 1979, di mana alien pembunuh keluar dari perut astronot yang diresapi telurnya.

Tapi jejak wajah di perut Karen tersebut bukanlah alien, melainkan hidung dan mulut janin yang dikandungnya, yang sedang bergerak berganti posisi, seperti dilansir Mirror.co.uk, Senin (11/3/2013).

Saat memasuki usia kehamilan 16 sampai 20 minggu, sebagian besar ibu hamil bisa merasakan gerakan janin yang dikandungannya. Kondisi ini terjadi karena janin di dalam kandungan masih bisa berpindah posisi, karena ruang geraknya masih lapang.

Barulah pada minggu ke-31, gerakan janin mulai berubah. Gerakan janin semakin jarang dan tidak terlalu aktif seperti dulu karena ia kehabisan ruang kosong dalam rahim dan tidak bisa lagi berbalik arah. Tetapi di masa ini ia bisa menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain.(mer/vta)
sumber: health.detik.com

Ini Mitos & Fakta Seputar ASI yang Perlu Anda Tahu

Jakarta, Sudah diketahui bersama air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling sehat untuk bayi. Namun karena beberapa alasan ada ibu yang enggan memberikan ASI kepada bayinya. Terkait ASI memang ada mitos dan faktanya yang perlu Anda ketahui.

dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM dalam talkshow 'Ibuku, InspirASIku- a Tribute to #NenekASI' yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (25/12/2012) memaparkan mitos dan fakta seputar ASI, sebagai berikut:

Mitos: ASI pertama- colostrum, adalah susu basi yang tidak baik untuk bayi
Fakta: Colostrum mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh dan zat penting lainnya untuk 'mematang'-kan usus.

"Jadi jangan dibuang colostrum ini, meskipun memang keluarnya hanya sedikit," kata dr Utami.

Mitos: Payudara berukuran kecil tidak dapat menghasilkan ASI banyak
Fakta: Besar kecilnya payudara ditentukan banyak sedikit lemak, bukan jumlah kelenjar susu.

Mitos: ASI belum keluar pada hari 1 & 2 atau sedikit, perlu diberi formula /air gula supaya tidak kelaparan
Fakta: meski tidak terasa keluar, colostrum akan keluar sedikit cukup untuk kebutuhan bayi
2 x 24 jam tak diperlukan asupan makanan sebab dibekali dari kandungan ibu. Colostrum 1 – 2 hari pertama lebih untuk usus

Mitos: Formula yang mahal dapat menyamai ASI
Fakta: Formula semahal apapun tak dapat menyamai ASI sebab ASI cairan hidup yang selalu
berubah setiap saat sedang formula cairan mati yang tak pernah berubah

Mitos: Formula yang mengandung DHA dan AA akan membuat anak formula lebih pandai
Fakta: Lemak ASI sebagian besar adalah PUFA (lemak Ikatan Panjang) bakal DHA dan AA. Lemak
susu sapi lemak ikatan pendek dan medium hingga harus ditambah DHA dan AA, ASI cairan hidup
mengandung penyerap lemak selain zat lemak sedang formula cairan mati tergantung penyerapan di usus bayi yang masih sedikit

Mitos: Ibu yang minum banyak susu akan menghasilkan ASI banyak
Fakta: Banyak sedikit produksi ASI ditentukan banyak sedikitnya ASI dikeluarkan. Makin
banyak dikeluarkan makin banyak diproduksi, tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman ibu

Mitos: Ibu sakit harus berhenti menyusui karena bisa menularkan pada bayinya
Fakta: Ibu sakit tetap menyusui sebab ketika sakit, tubuh ibu membuat zat kekebalan
terhadap penyakitnya. Zat kekebalan ini disalurkan pada bayinya melalui ASI sehingga bayi tidak sakit.

Mitos: Sebelum menyusui puting susu dibersihkan dengan kapas air panas
Fakta: Puting susu dibersihkan dengan ASI yang diperah akan lebih baik karena mengandung zat kekebalan thd penyakit. Sedangkan air panas dikapas bisa membawa bakteri yang tidak ada zat kekebalan nya di ASI ibu.

Mitos: Bayimenangis berartiASInya kurang
Fakta: Menangis belum tentu bayinya lapar. Sebaliknya bayi yang menangis karena lapar, bayi ini sudah sangat lapar dan biasanya dia akan menolak menyusui.

Mitos: Menyusui menyebabkan payudara kendur
Fakta: Payudara kendur disebabkan kehamilan dan usia yang bertambah.

Mitos: Puting terbenam tak dapat menyusui
Fakta: Menyusu pada payudara, bukan pada puting susu.

Mitos: Memberi ASI mengganggu hubungan suami istri
Fakta: Lebih cepat kembali ke hubungan sebelum melahirkan.(vit/vit)


Hindari 7 Aktivitas Ini Selama Kehamilan untuk Menjaga Kesehatan Bayi

Jakarta, Kehamilan adalah saat-saat yang paling berharga dan ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Untuk menjaga agar kehamilan tetap sehat dan bayi dalam kandungan dapat berkembang dengan baik, ibu hamil harus menghindari beberapa aktivitas yang membahayakan janin.

Berikut 7 daftar aktivitas yang harus dihindari ketika hamil, seperti dilansir mom.me, Jumat (18/1/2013) antara lain:

1. Terlalu keras berolahraga
Anda tetap perlu berolahraga ketika hamil untuk menjaga keseimbangan atau tekanan pada perut atau punggung bawah secara alami. Tetapi jika olahraga yang Anda lakukan terlalu keras dapat mengancam kesehatan janin dalam kandungan. Hindari olahraga ekstrem seperti latihan kekuatan atau bersepeda dengan intensitas tinggi.

2. Membersihkan rumah dengan pembersih kimia
Wanita hamil tidak dianjurkan untuk melakukan kontak langsung terhadap produk-produk pembersih rumah tangga yang mengandung bahan kimia, seperti cairan pembersih lantai dan kamar mandi. Paparan bahan kimia telah dikaitkan dengan gangguan perkembangan janin dalam kandungan.

Pilihlah alternatif lain untuk membersihkan rumah tanpa harus mengandung bahan kimia yang membahayakan kehamilan, seperti cuka dan air atau baking soda.

3. Menggunakan lotion yang mengandung bahan kimia
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lotion dan produk kecantikan lainnya dapat mempengaruhi kadar hormon. Para ahli menyarankan untuk memilih lotion yang mengandung bahan alami seperti minyak zaitun, teh hijau atau biji anggur daripada yang mengandung mineral minyak bumi.

4. Mewarnai rambut
Wanita hamil bukan tidak diperbolehkan sama sekali untuk mewarnai rambutnya, tetapi Anda harus pilih-pilih produk apa yang Anda gunakan. Pewarna alami seperti henna dan pewarna nabati lebih aman untuk wanita hamil daripada cat rambut yang berbahan kimia.

Selain itu, fokuslah untuk mewarnai rambut pada bagian panjangnya saja dan menghindari menempatkan cat pada kulit kepala. Juga pastikan Anda berada dalam area yang berventilasi baik ketika menggunakan pewarna rambut.

5. Minum alkohol
Konsumsi alkohol ketika hamil tentu dapat membahayakan kehamilan berapapun kadar dan jumlahnya. Sampai sekarang pun para ahli benar-benar tidak mengetahui batasan alkohol yang masih aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.

6. Minum obat pereda nyeri
Jangan asal minum obat pereda nyeri ketika sedang tidak enak badan, termasuk aspirin karena dapat mengencerkan darah. Hal ini dapat mempengaruhi jantung dan ginjal janin, sehingga konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi Anda sebelum mengambil obat di apotek.

7. Jangan terlalu lama berendam di air hangat
Wanita hamil juga membutuhkan relaksasi seperti berendam di air hangat. Tetapi jika terlalu lama berendam di air dengan suhu yang terlalu panas, dapat berpengaruh terhadap kesehatan bayi dalam kandungannya.(vit/vit)

Perkuat Fungsi Panca Indra Bayi dengan 5 Cara Ini

Jakarta, Sistem panca indra seseorang dapat berfungsi dengan baik jika telah dilatih sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan yang tepat dapat membantu bayi mengembangkan fungsi sistem indranya.

Berikut 5 langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperkuat perkembangan panca indra bayi, seperti dilansir parenting, Senin (12/11/12) yaitu:

1. Membuat wewangian untuk memperkuat indra penciuman
Para ahli menyatakan bahwa indra yang paling awal berkembang pada manusia adalah indra penciuman, yang telah berkembang sejak dalam kandungan. Pada akhir trimester pertama kehamilan, bayi telah mampu mencium makanan yang dimakan ibu. Hal ini terjadi karena bau dapat menyeberangi cairan ketuban.

Pada minggu pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan, hidung bayi telah dapat membedakan antara bau ASI ibunya dan bau ASI dari ibu lain. Bayi yang baru lahir langsung dapat menyesuaikan indra penciumannya dengan lingkungan dibanding keempat indra yang lain.

Untuk memperkuat indra penciuman bayi, hindari paparan asap rokok sejak hamil karena bayi telah dapat menyadari bau yang kurang menyenangkan sejak dalam kandungan. Ketika sedang bersantai, nyalakan lilin aromaterapi dengan bau lavender yang menyenangkan.

2. Sentuhlah untuk memperkuat indra peraba
Beberapa bulan pertama kehidupan, bayi masih sangat pasif dan masih bergantung pada stimulasi dan sentuhan yang nyaman dari orang dewasa. Mulai pada usia 4 bulan, telah ada perubahan pada bayi seperti dapat menyentuh dan menjangkau benda yang terdekat, seperti selimut, mainan, dan wajah ibu.

Cara meningkatkan kekuatan indra peraba bayia adalah menyentuh kulit bayi yang masih sangat sensitif dengan lembut atau memijatnya. Bayi benar-benar dapat merasakan getaran dari tubuh ibu ketika Anda menyentuhnya.

Sentuhan dari kulit ke kulit dapat memberikan efek yang menyenangkan bagi bayi, terutama jika bayi berbaring di dada Anda karena dapat membantu mengatur pernapasan dan suhu tubuh. Kenakan selimut yang lembut agar kulit bayi dapat terlindungi.

3. Lakukan kontak mata sesering mungkin untuk memperkuat indra penglihatan
Kemampuan bayi untuk mengembangkan indra penglihatan akan berkembang secara bertahap setelah usia enam atau tujuh bulan pertama kehidupan. Bayi yang baru lahir hanya mampu memfokuskan penglihatan sejauh 8 sampai 15 inchi.

Pada akhir bulan pertama, jarak pandang bayi telah meningkat menjadi sekitar tiga meter dan pada usia 3 bulan, bayi mulai mampu mengenali suatu benda atau wajah seseorang. Jika Anda berpikir mata bayi Anda tidak mampu menemukan benda-benda di sekitarnya setelah berusia 3 bulan, konsultasikan dengan dokter.

Bayi juga mengalami kesulitan membedakan satu warna dari yang lain sebelum usia 4 bulan. Untuk membantu meningkatkan kepekaan indra penglihatan bayi, lakukan kontak mata dengan bayi untuk membantu bayi agar fokus pada wajah Anda. Jangan menyusui sambil memegang ponsel atau melihat layar komputer.

Kemudian pastikan bayi berada dalam posisi yang nyaman, karena posisi leher dan kepala yang tepat sangat penting untuk mengembangkan penglihatan bayi.

4. Berikan rangsangan suara untuk memperkuat indra pendengaran 
Bayi telah mengembangkan indra pendengarannya sejak di dalam rahim dan penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali suara ibunya. Pada usia sekitar 2 bulan, bayi mulai merespons suara orang tuanya dengan menimbulkan suara-suara kecil.

Cara membantu bayi meningkatkan kemampuan indra pendengarannya, jangan menimbulkan suara yang terlalu keras di dekat bayi seperti bunyi alat musik yang meraung-raung karena dapat merusak pendengarannya. Berbicalah kepada bayi dan awasi responsnya.

Jika bayi tidak merespons suara Anda sama sekali dan tidak mengeluarkan satu kata pun ketika telah berusia 7 bulan, konsultasikan dengan dokter. Hal ini mungkin terjadi masalah pada pendengaran atau perkembangannya berbicara.

5. Ibu harus makan makanan yang bervariasi untuk memperkuat indra perasa bayi
Selera seseorang sebenarnya telah terbentuk sejak lahir. Bayi yang baru lahir secara alami telah mampu mengidentifikasi rasa manis dan rasa asin, yang merupakan hal baik, karena ASI mengandung kedua rasa tersebut.

Setelah bayi siap untuk makanan padat, biasanya sekitar 6 bulan, pilihlah makanan yang memiliki rasa manis alami seperti buah dan kentang manis. Jangan memberikan sayuran dengan rasa sedikit pahit seperti bayam, karena selera bayi masih sangat sensitif.

Untuk mengurangi kecenderungan pilih-pilih makanan, bahkan saat kehamilan, ibu harus mencoba untuk makan makanan yang sehat dan bervariasi. Saat menyusui pun, ibu harus makan makanan yang beraneka ragam agar bayi dapat mengenali berbagai jenis rasa melalui ASI.(vit/vit)
sumber: health.detik.com

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membedong Bayi

Jakarta, Masyarakat Asia termasuk Indonesia masih mempercayai tradisi membedong atau membungkus bayi yang baru lahir dengan selimut agar kakinya lurus. Tetapi jika tidak dilakukan dengan teknik yang benar, membedong bayi dapat meningkatkan risiko terhadap beberapa kondisi kesehatan.

Bedong adalah tradisi yang telah berusia berabad-abad yang dipercaya dapat membuat bayi merasa masih berada di lingkungan rahim yang hangat. Membedong bayi juga dikenal dapat menenangkan bayi yang rewel karena belum terbiasa terhadap suara dari dunia luar.

Banyak manfaat yang ditawarkan dengan membedong bayi ketika baru lahir, tetapi kesalahan dalam membedong bayi juga dapat berbahaya.

Berikut 7 hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membedong bayi, seperti dilansir empowher, Selasa (9/10/2012) antara lain:

1. Bayi hanya boleh dibedong setelah kebutuhannya terpenuhi, misal makan dan mengganti popok. Jika bayi yang telah dibedong mengerutkan alis dan tangannya mengepalkan tinju, maka masih ada hal lain yang dibutuhkan bayi. Menangis adalah satu-satunya cara bayi untuk menyatakan bahwa dirinya membutuhkan sesuatu.

2. Hindari membedong bayi sepanjang waktu. Sebuah studi telah menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang rutin dibedong akan jarang bergerak, kurang efektif minum susu, dan memiliki berat badan lebih besar daripada bayi yang tidak dibedong.

3. Bayi yang dibedong akan lebih cepat tertidur bahkan selama minum susu. Padahal bayi yang baru lahir membutuhkan makanan berupa air susu sebanyak 8 sampai 12 kali dalam waktu 24 jam untuk mencegah dehidrasi.

4. Bayi memerlukan kontak dengan kulit ibu untuk membantu mengatur suhu tubuh, denyut jantung, pernapasan, kadar hormon, dan memantapkan ikatan antara ibu dan bayi. Bedong dapat mengurangi kontak bayi dengan ibunya, sehingga jangan membedong bayi sepanjang waktu.

5. Kain yang bedong harus nyaman dan tidak boleh terlalu ketat. Bedong tidak harus benar-benar menjaga bayi untuk tidak bergerak sama sekali. Bayi harus bergerak untuk mengembangkan kontrol otot dan sistem sarafnya, dan untuk menjaga kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh.

Bayi yang dibungkus terlalu erat di dada dapat meningkatkan risiko infeksi pneumonia dan pernapasan. Gerakan anggota badan juga merupakan cara bayi menyatakan bahwa dirinya sedang lapar.

6. Pastikan agar pinggul dan kaki bayi dalam posisi sejajar sebelum Anda membedongnya. Kesalahan dalam membedong bayi dapat menyebabkan dysplasia pinggul yang dapat mengakibatkan penyakit degenerasi sendi, radang sendi pinggul dan sakit kronis di kemudian hari.

Setelah bayi telah mencapai usia satu bulan usia dan menjadi lebih aktif, bayi hanya boleh dibedong ketika akan tidur.

7. Bayi yang masih tetap dibedong hingga mencapai usia sekitar tiga bulan dapat meningkatkan gangguan pada perut bayi.(ir/ir)
sumber: health.detik.com

Cara Merawat 4 Bagian Sensitif Bayi

Jakarta, Bayi yang baru lahir harus mendapatkan perawatan ekstra dan Anda perlu berhati-hati dalam membersihkan area-area sensitifnya. Jika tidak dirawat dengan tepat, bagian sensitif bayi kemungkinan dapat terinfeksi atau timbul masalah lain.

Seperti dilansir whattoexpect, Senin (1/10/2012), berikut 4 bagian sensitif bayi dan cara merawatnya:

1. Penis
Jika anak Anda disunat, jaga agar sayatan tetap bersih dengan mengoleskan petroleum jelly yang diresepkan dokter setiap mengganti popok agar penis tidak bergesekan dengan popok. Setelah sayatan mengering, tetap jaga kebersihan dengan mencucinya dengan sabun dan air pada waktu mandi.

Tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk penis yang telah disunat. Jika penis tidak disunat, Anda perlu menarik kembali kulup untuk membersihkan area di bawahnya.

2. Tali pusat
Mandikan bayi dengan menggunakan spons sampai tali pusat bayi yang baru lahir mengering dan jagalah agar tali pusat tersebut tetap bersih dan kering. Tekuk ujung popok ke bawah agar tidak mengenai tali pusat, selain itu kenakan baju yang lebih longgar agar tidak menekan tali pusat yang belum kering.

Perhatikan jika muncul tanda-tanda infeksi tali pusat seperti bernanah atau kulit merah di dasar pusar dan segera periksakan kondisi bayi ke dokter karena hal ini akan terasa sangat menyakitkan bagi bayi.

3. Telinga
Lubang kecil di telinga harus dilindungi dari semua hal yang dapat masuk ke telinga. Ketika memandikan bayi, cegah agar air tidak masuk ke telinganya dan bersihkan telinga bagian luarnya saja. Jangan pernah memasukkan jari, kapas, atau apa pun ke dalam telinga bayi dan bersihkan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam.

4. Hidung
Sama seperti telinga, cukup sekalah lendir yang menetes dari hidung bayi dan jangan membersihkan bagian dalam hidung bayi dengan tangan atau kapas. Jika bayi mengalami hidung tersumbat, gunakan aspirator hidung untuk membersihkan hidungnya.

Caranya adalah dengan menyelupkan aspirator ke dalam larutan garam dan memeras ujung bola aspirator, dan masukkan ke dalam lubang hidung. Tarik aspirator kembali dan bersihkan aspirator dengan tisu. Tetapi jangan menyedot terlalu sering karena dapat menyebabkan membran hidung sensitif dan timbul pendarahan atau pembengkakan.(ir/ir)
sumber: health.detik.com

Ini Alasannya Tak Boleh Memandikan Bayi Pakai Air Dingin

Jakarta, Bayi yang baru lahir biasanya selalu dimandikan dengan menggunakan air hangat. Mengapa demikian?

"Bayi yang baru lahir apalagi prematur, tidak boleh dimandikan pakai air dingin. Jika bayinya normal paling tidak hingga usia 2 bulan, tapi idealnya sampai usia 6 bulan," jelas Dr Attila Dewanti, Sp.A, spesialis anak dari RS Brawijaya, dalam acara Workshop Baby Spa di Graha Unilever, Jakarta, seperti ditulis Selasa (28/8/2012).

Menurut Dr Attila, bahaya memandikan bayi dengan air dingin adalah hipotermia yang menyebabkannya kedinginan.

Bila hal ini terjadi pada bayi prematur, maka bisa menyebabkan apno, yaitu kondisi yang membuat bayi lupa bernapas.

Pada bayi sebaiknya gunakan air hangat dengan suhu 28 hingga 30 derajat Celsius. Untuk mengukurnya, Anda bisa menggunakan pengukur suhu atau cukup dengan pergelangan tangan.

Air hangat dapat merangsang motorik bayi. Air hangat juga memberikan rasa nyaman dan berfungsi melancarkan sirkulasi darah yang berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

"Meskipun kulit bayi masih tipis, tapi bayi tetap harus mandi 2 kali sehari. Karena kulitnya tiap 28 hari pasti berganti. Dengan mandi sisa-sisa kulit yang mengelupas bisa dibersihkan dan mencegah kuman menempel, sehingga menghindari bayi dari penyakit," jelas Dr Attila.

Berikut ada beberapa tips memandikan si kecil:

Usia 0-3 bulan
1. Siapkan air hangat di dalam bak mandi.
2. Lalu awali dengan bagian atas, wilayah kepala dan biarkan bayi dibungkus dengan selembar kain flanel, selanjutnya cucilah rambut bayi.
3. Setelah bagian atas selesai, lanjutkan dengan bagian badan. Awali dengan membersihkan bagian alat kelamin, terakhir badan, tangan dan kaki.
4. Terakhir, bilas dengan menggunakan waslap yang dibasahi air hangat.

Usia 4-11 bulan
1. Awali dengan membersihkan tubuh bayi bagian depan dan belakang dengan menggunakan waslap yang sudah diberi sabun.
2. Setelah bersih, angkat dari bak mandi, keringkan dengan handuk.(mer/ir)
sumber: health.detik.com

Jika Ingin Bayi Periang, Orangtua Harus Humoris

Jakarta, Jika ingin memiliki anak dengan selera humor yang tinggi maka harus dimulai dari orangtua. Ini karena anak-anak akan mendapatkan rasa humor dan belajar tentang tertawa dari orangtuanya.

Para peneliti menemukan anak usia 6 bulan sampai 1 tahun akan belajar mengenai apa yang lucu dengan melihat reaksi dari orangtuanya. Bayi-bayi ini akan belajar untuk menertawakan suatu hal yang sama seperti ayah ibunya.

Studi ini melibatkan 30 anak yang dilakukan oleh Dr Gina Mireault dari Johnson State College dan Dr John Sparrow dari University of New Hampshire yaitu dengan merekam reaksi bayi saat menonton peristiwa normal dan masuk akal.

Diketahui rata-rata bayi berusia 8 bulan akan melihat ke orangtuanya untuk bimbingan emosional apakah suatu situasi mengancam, menakutkan atau lucu untuk ditertawakan.

Dalam studi ini bayi menyaksikan bagaimana orangtuanya bereaksi secara alami. Bayi akan menyaksikan orangtuanya lebih dekat ketika mereka tertawa, kondisi ini tentu mengembangkan rasa humor pada anak.

"Humor mungkin tampak seperti topik yang sembrono, tapi bisa membantu pengembangan pemahaman bayi dalam hal ini perkembangan referensi sosial," ujar Dr Mireault, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (7/9/2012).

Dr Mireault mengungkapkan bayi usia 6 bulan mulai melihat orangtuanya sebagai sumber informasi emosional dan ini mungkin menjadi langkah penting dalam perjalanan emosional bayi serta pengembangan selera humornya.

Sementara itu dalam penelitian lain juga menemukan bayi berusia 18 bulan dapat membuat lelucon dengan balita lain sebelum keduanya bisa berbicara. Biasanya dilakukan dengan membuat gerakan, suara dan bermain bersama.(ver/ir)
sumber: health.detik.com

Kemampuan-kemampuan Menakjubkan dari Otak Bayi

Jakarta, Apa yang dapat dilakukan oleh bayi mungkin dianggap hal yang sepele bagi orang dewasa karena bayi belum dapat mengimbangi percakapan orang dewasa. Tetapi sebenarnya bayi dapat membuktikan kepandaiannya. Setelah para ilmuwan menemukan cara untuk mengungkap kemampuan bayi, ternyata bayi memiliki banyak kemampuan otak yang cukup cerdas dan menakjubkan.

Kira-kira kemampuan menakjubkan apa saja yang ada pada otak bayi?

Berikut 9 kemampuan menakjubkan dari otak bayi seperti dikutip dari LiveScience, Rabu (14/3/2012) antara lain:

1. Mengetahui siapa yang memiliki kedudukan lebih tinggi

Dari usia 10 bulan, bayi mengetahui dan mengerti hal-hal yang cukup benar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bayi mengerti hirarki (urutan kedudukan) sosial dan mengetahui ukuran yang dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab.

2. Mengerti ekspresi emosi anjing

Bahkan sebelum bayi dapat mengatakan kata 'mama' dan 'papa', bayi telah dapat menguraikan dan mengerti emosi anjing. Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bayi usia 6 bulan telah dapat menunjukkan bahasa tubuh yang sesuai.

"Emosi adalah salah satu hal pertama yang dapat ditangkap bayi dalam dunia sosial," kata pemimpin peneliti Ross Flom, seorang profesor psikologi di Brigham Young University, Utah.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology.

3. Memahami suasana hati dan emosi

Sementara bayi masih belum dapat berbicara, ia mungkin tahu kapan orang dewasa sedang merasa terpuruk. Sekitar usia 5 bulan, bayi dapat secara akurat memilih sebuah lagu yang dapat membangkitkan emosi positif.

Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2010 dalam jurnal Neuron. Pada usia 9 bulan, bayi juga dapat mengidentifikasi suara sedih dari beberapa lagu.

4. Dapat menari mengikuti irama musik

Berbicara tentang musik, bayi tidak dapat jika tidak bereaksi ketika mendengar musik tersebut. Tidak hanya telinga bayi yang dapat mengikuti ketukan, bayi sebenarnya dapat menari. Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010.

Bayi dapat melakukan gerakan tari dengan tangan, kaki dan badannya sesuai dengan irama atau alunan musik. Kemampuan menari adalah bawaan pada manusia, meskipun para peneliti tidak yakin mengapa hal tersebut dapat berevolusi.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

5. Meniru tindakan orang lain

Sebuah studi pada tahun 2009 mengungkapkan ketika bayi berusia 9 bulan yang melihat orang dewasa sebagai sebuah objek, maka daerah motor di otak bayi akan diaktifkan seolah-olah benar-benar melakukannya.

Para peneliti studi menunjukkan bahwa neuron cermin yang banyak berperan. Bayi memiliki kemampuan prediktif yang dapat membantunya menanggapi tindakan orang lain. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Biology Letters.

6. Belajar dengan cepat saat tidur

Menurut sebuah studi pada tahun 2010, bayi rupanya bisa belajar bahkan saat tidur. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang melibatkan 26 bayi yang sedang tidur.

"Seperti bayi yang baru lahir menghabiskan sebagian besar waktu mereka tidur, kemampuan tersebut mungkin penting untuk dapat cepat beradaptasi dengan dunia di sekitarnya dan membantu untuk memastikan kelangsungan hidup bayi," kata peneliti.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

7. Bayi dapat mengerti suara yang ditujukan pada mereka

Dalam sebuah studi pada tahun 2006, bayi yang berusia 7 bulan dapat mengerti suara atau bunyi yang ditujukan pada mereka. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

8. Dapat membedakan dua bahasa yang berbeda

Pada penelitian pada tahun 2007 yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa, bayi usia 4-6 bulan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat orang yang berbicara kepadanya mengucapkan kalimat dalam bahasa yang berbeda.

Hal tersebut menunjukkan bahwa bayi dapat membedakan antara kedua bahasa tersebut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi mulai memahami tata bahasa, pengolahan tata bahasa dan kata-kata secara bersamaan pada usia 15 bulan.

"Bayi yang baru lahir dapat dikatakan cerdas dalam bahasa karena bayi memiliki kemampuan dengan mudah belajar salah satu bahasa di dunia," kata psikolog George Hollich dari Purdue University.

9. Dapat menilai karakter orang cukup baik

Mengelompokkan orang lain sebagai bermanfaat atau berbahaya sangat penting ketika memilih teman. Dan kemampuan tersebut dapat mulai dimiliki sejak bayi.

Kemampuan menilai karakter dapat menjadi langkah pertama bayi dalam pembentukan moral. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2007 di jurnal Nature.(del/ir) 
sumber: Detikhealth.com

Cegah Infeksi Bakteri pada Susu Formula

Kompas.com - Keberadaan bakteri dalam susu formula bukanlah hal baru di kalangan peneliti pangan. Keterkaitan antara bakteri susu formula dengan penyakit pada bayi telah diidentifikasi sejak tahun 1983.

Yang perlu diketahui adalah susu formula mau pun makanan bayi bukanlah produk steril. Karena itulah susu harus diseduh dengan air matang bersuhu minimal 70 derajat celcius serta dikonsumsi segera setelah dicairkan. 

Setelah heboh dengan bakteri E.sakazakii di Indonesia, kini orangtua di Amerika Serikat dibuat cemas dengan kasus cemaran Cronobacter sakazakii dalam susu formula yang beredar di sana.

Untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri pada susu formula, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan, seperti yag dipaparkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), AS berikut ini:

* Gunakan air panas untuk membuat susu bayi dari susu bubuk formula. Panas air harus mencapai 158 ° F (70 ° C)

* Jika memungkinkan, jangan menggunakan susu bubuk. Anda bisa menggunakan susu formula cair yang biasanya lebih steril.

* Ikuti instruksi pembuatan susu sebagaimana tertera dalam kemasan.

* Buanglah susu formula jika Anda tidak segera meminumnya dalam waktu 24 jam setelah dipersiapkan.

Sementara itu Lorry Rubin, kepala penyakit menular di Cohen Children's Medical Center, New York mengatakan, hal terpenting yang harus para orang tua ketahui adalah, bagaimana dapat mempersiapkan susu formula dengan benar.

Gelas dan botol harus dibersihkan dan disterilkan dan air harus direbus dan didinginkan sebelum menambahkan susu bubuk formula. "Jika Anda mencoba menghangatkan atau salah dalam penyajiannya, bakteri dapat berkembang biak dan Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan sakit," jelasnya.
sumber:health.kompas.com