Showing posts with label Info Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Info Kesehatan. Show all posts

Bahaya Ibu Hamil Bila Konsumsi Minuman Soda

Liputan6.com, Jakarta Kadang, ibu yang sedang hamil tetap mengonsumsi minuman soda diet untuk menjaga berat badan tubuhnya. Namun, apakah Anda tahu bahwa ibu hamil yang mengonsumsi minuman tersebut akan berdampak pada berat badan yang berlebihan pada bayinya?

"Hasil penelitian menunjukkan pemanis buatan yang dikonsumsi oleh ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko pada berat badan berlebih pada anaknya di kemudian hari,"ujar Meghan Azad dari Children's Hospital, Institute of Manitoba, dan rekannya dalam laporan yang diterbitkan dalam Jurnal American Medical Association JAMA Pediatrics, Seperti yang dilansir dari NBC News, Senin (20/6/2016).

Studi yang dilakukan kepada lebih dari 3.000 wanita dan bayi mereka, menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang semasa hamilnya mengonsumsi minuman soda diet, ternyata dua kali lipat mempunyai berat badan berlebih saat umur menginjak setahun jika dibandingkan dengan bayi dari wanita yang tidak mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan.
Orang yang mengonsumsi minuman soda diet juga memiliki risiko menambah berat badan. Para peneliti menambahkan, banyak dari mereka tidak memiliki skor nilai yang baik dalam indeks mengonsumsi makanan sehat.

Para dokter menyarankan agar ibu yang sedang hamil tetap diet. Ibu hamil memang akan bertambah berat badannya, tetapi tidak akan berlebihan. Cara yang bisa dilakukan dan membantu menjaga berat badan tubuh saat hamil adalah menjalani diet sehat dan melakukan olahraga ringan.

Sebelum Cium Bayi, Perhatikan Hal Ini Agar Tak Tularkan Penyakit

Jakarta, Kebiasaan mencium bayi memang berisiko menularkan penyakit infeksi, namun jika dilakukan sembarangan. Pakar mengatakan boleh-boleh saja mencium bayi, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan beberapa penyakit memang bisa ditularkan melalui ciuman. Sebut saja  infeksi mononukleosis, herpes, batuk pilek hingga flu Singapura.

Solusinya, dr Meta menganjurkan agar bayi yang dijenguk tak dicium di mulut, lebih baik di pipi atau keningnya. "Yang pasti jangan cium di mulut ya, karena risiko tertular infeksi lebih besar," paparnya kepada detikHealth, Senin (28/9/2015).

Jika memang yang mencium keluarga atau kerabat dekat, selama ia sedang dalam kondisi sehat tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika yang mencium adalah orang asing, ibu pun pasti merasa was-was.

Ketika sedang berjalan-jalan bersama buah hati, terkadang memang ada orang yang sengaja mendekat untuk mencium bayi. Hal ini terjadi karena mereka menyukai bayi Anda dan menganggapnya lucu. Ciuman pun dilakukan sebagai bentuk kasih sayang tanpa ada maksud jahat.

dr Meta mengatakan ketika hal ini terjadi, orang tua memiliki hak untuk melarang. Memang akan terkesan tidak enak atau sombong, tapi melarang orang lain untuk mencium bayi memang termasuk hak orang tua.

"Langsung katakan secara jujur bahwa kita sebagai orang tua merasa keberatan kalau anak dicium-cium. Saya rasa sih nggak masalah ya," pungkasnya.

Terakhir, jangan lupa cuci tangan sebelum menyentuh bayi. Memang ada sebagian ibu yang percaya bahwa bayi jangan dibuat terlalu steril untuk mengembangkan sistem imunnya. Tapi menurut dr Meta, mencuci tangan sebelum menyentuh bayi merupakan keharusan.

"Betul, tapi pastikan cara mencuci tangannya benar ya. Bayi masih belum sempurna sistem imunnya, sehingga lebih mudah sakit," pungkasnya.
(mrs/vit)

Sumber: health.detik.com

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Kram di Malam Hari

Jakarta, Kram bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika Anda tengah tertidur pulas. Ternyata, kondisi kram nokturnal seperti ini dialami oleh hampir 60 persen orang dewasa di mana ketika kram menyerang, bagian tubuh yang mengalami kram akan terasa sakit, mengetat, dan nyeri.

Seperti diungkapkan Scott Garrison, MD, PhD dari Departemen Kedokteran Olahraga di University of Alberta, kram nokturnal di malam hari terjadi ketika saraf yang membawa sinyal dari otak ke otot-otot 'menembakkan' terlalu banyak pesan. Akibatnya, otot akan berkontraksi dengan cara yang membuat Anda tidak nyaman.

"Duduk atau berbaring dalam waktu yang lama, termasuk ketika Anda sedang tidur bisa memicu gangguan saraf seperti itu. Maka dari itu, seringkali Anda mengalami kram di malam hari," kata Garrison seperti dikutip dari Preventionpada Jumat (25/9/2015).

Anehnya, studi terbaru yang dilakukan Garrison dan tim menemukan bahwa kram nokturnal di malam hari sering terjadi ketika musim panas. Ia berasumsi jika penyebabnya karena di musim panas seseorang mendapat lebih banyak paparan sinar matahari. Sebab, kejadian kram menurut Garrison juga dipengaruhi nutrisi yang mengatur pertumbuhan dan perbaikan serat otot.


Namun, pertumbuhan dan perbaikan serat otot yang berlebihan juga bisa mengirimkan mekanisme tertntu ke otot bagian belakang tubuh yang menyebabkan kram. Pada usia 50 tahun ke atas, kram lebih umum terjadi. Sebabnya, di usia seperti itu seseorang mulai kehilangan sel-sel saraf yang mengirimkan pesan dari otak ke otot. Akibatnya, sel yang tersisa harus bekerja lebih keras lagi.

"Umumnya kram di malam hari tidak berbahaya apalagi jika Anda tahu pemicunya. Jika terjadi terus-menerus, bisa jadi ada ketidakseimbangan elektrolit atau gangguan neuromuskuler seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS), tapi untuk memastikannya Anda perlu cek ke dokter terlebih dulu," papar Garrison.

Peregangan pada betis, paha belakang, dan paha depan sebelum tidur bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalisir kram di malam hari. Bahkan, sebuah studi tahun 2012 di Belanda menemukan bahwa pada lansia mereka mengalami kram di malam hari yang lebih sedikit setelah rutin melakukan peregangan minimal 3 menit sebelum tidur.

"Ketika kram menyerang di tengah malam, untuk mengurangi rasa sakit coba lakukan pula peregangan. Bisa juga Anda mencoba turun dari tempat tidur dan berjalan selama satu menit, atau menggunakan obat gososk hangat untuk merelaksasi otot yang kram," kata Garrison memberi saran.
(rdn/up)
Sumber :Health.detik.com

Gangguan Mata yang Sering Dialami Anak

Mata yang sehat adalah modal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, indera penglihatan ini tak luput dari gangguan, termasuk pada anak-anak. 

Kenali apa saja gangguan mata yang bisa dialami si kecil. Sebagian besar bisa dideteksi lewat pemeriksaan mata rutin di usia prasekolah. 

- Amblyopia (mata malas)

"Mata malas" adalah gangguan penglihatan yang sering diderita anak. Kondisi ini sering tak disadari karena mata tampak normal. Gangguan ini sebaiknya diatasi sebelum anak usia sekolah.

Penyebab utama mata malas adalah perbedaan fokus antara salah satu mata yang sangat mencolok. Misalnya satu mata minus tinggi sedang mata lain normal. Jika tidak ditangani kondisi ini akan menyebabkan gangguan penglihatan permanen karena otak lambat laun mengabaikan sinyal dari mata yang mengalami refraksi.

- Strabismus (juling)

Strabismus adalah ketidaksamaan kedua bola mata melihat satu titik yang sama. Jika salah satu mata tampak sangat juling besar kemungkinan amblyopia juga terjadi di sana. Dengan deteksi dini, penglihatan bisa diperbaiki, baik dengan operasi atau kacamata khusus.

- Penyimpangan bias (refractive errors)
Kondisi ini akan menyebabkan gambar tampak buram. Penyimpangan bias juga bisa memicu amblyopia. Pada anak-anak yang paling sering adalah ketidakmampuan melihat objek yang jauh (myopia). 

- Retinoblastoma
Ini merupakan tumor yang sering muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Tumor ini akan menyebabkan kebutaan dan gejala putih di pupil.

- Infatil katarak
Pada bayi baru lahir bisa juga terjadi katarak yang akan menyebabkan penglihatannya tampak berkabut.

- Glaukoma kongenital

Kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya diturunkan. Glaukoma kongenital terjadi karena perkembangan yang belum sempurna kanal air mata pada janin. Dengan pengobatan dan operasi gangguan tersebut bisa diatasi. 

- Gangguan penglihatan lain yang membutuhkan penanganan segera adalah retinopati prematur yang dialami bayi yang lahir prematur.

sumber: health.kompas.com

Gangguan Mata akibat Keseringan Main "Gadget"

Salah satu gangguan mata yang paling umum dialami orang modern adalah mata kering dan terasa panas akibat penggunaan gadget yang terlalu sering. Maklum saja, gadget kini sudah menjadi barang wajib yang tak boleh lepas sedikit pun dari genggaman. 

Terlalu lama menggunakan gadget juga akan membuat mata menjadi lelah, pandangan kabur, mata terasa tidak nyaman, merah, dan gangguan penglihatan lainnya. Menurut dr.Ikhasan Revino, spesialis mata dari klinik mata SMEC, gangguan pada mata juga bisa berpengaruh pada kondisi tubuh secara umum.

"Mata yang digunakan untuk melihat gadget seperti komputer, smartphone atau tablet dalam waktu lama dan tanpa istirahat dapat membuat mata lelah sehingga cepat mengantuk. Ini juga akan menyebabkan sakit kepala dan berpengaruh pula terhadap hormon-hormon yang mengatur kekebalan tubuh," kata Ikhsan di Jakarta (16/10/14).

Efek buruk penggunana gadget yang terlalu sering ini bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak, terlebih gadget kini sudah menjadi "mainan" anak. "Jika tidak dites, mata yang kita anggap normal ternyata sudah rusak," katanya. 

Ditambahkan oleh dr. D.A.N Canara Sari, Sp.M, memakai gadget dalam waktu lama dan jarak dekat bisa berpengaruh terhadap fokus pada jarak dekat dan menyebabkan mata minus. "Biasanya orang tua telat mengajak anaknya ke dokter setelah ada masalah di mata mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, kebanyakan pasien anak-anak yang ditanganinya mengalami miopia atau rabun jauh. Gejala yang perlu diwaspadai orangtua adalah anak terlihat suka mengedipkan mata terus-menerus, jadi sering duduk terlalu dekat saat menonton televisi, membaca buku terlalu dekat, dan lain sebagainya. (Eva Erviana)

sumber:health.kompas.com

Berhasil Sembuh Dari Kanker Stadium 4 Berkat 1 Liter Jus Wortel Setiap Hari

Sungguh sangat ajaib Ladies. Berkat meminum jus wortel sebanyak 1 liter setiap harinya wanita ini berhasil sembuh dari kanker ganas stadium 4. Dilansir oleh lamanhealthmeup.com, pada tahun 2013, Ann Cameron didiagnosa terjangkit kanker usus stadium 4 yang sudah menjalar ke paru-parunya. Ann mendapat tawaran untuk menjalani perawatan kemoterapi, namun sebenarnya itu tak bisa menyembuhkan kankernya. Tim medis mengatakan bahwa harapan hidup Ann hanya tinggal 2-3 tahun lagi.

Ann pun memutuskan untuk tidak memilih kemoterapi dan mulai mencari pengobatan alternatif secara online. Ia pun membaca sebuah kisah nyata di internet tentang seorang pria bernama Ralph Cole yang telah berhasil selamat dari kanker dengan minum jus dari 2,25 kg wortel setiap hari. Delapan minggu kemudian dokter menemukan bahwa benjolannya mulai berkurang. Cole tekun dan rutin meminum jus wortel setiap hari dan akhirnya bisa sembuh dari kanker yang sudah menyerangnya sejak tahun 2006 silam.
Terinspirasi oleh Cole, Ann Cameron pun memutuskan untuk mencobanya. Ia rutin meminum jus tersebut dan hanya dalam 8 minggu saja tumor dalam tubuhnya berhenti tumbuh.

Ajaibnya setelah 13 bulan mengonsumsi jus wortel tersebut setiap harinya Ann Cameron pun divonis sembuh dari kanker stadium 4 yang menyerangnya. Hasil CT scannya pun benar-benar jelas. Ann selamat dari kanker yang mengancam kehidupannya. Untuk membagikan pengalaman yang berharga dan berguna bagi sesama manusia ia pun menulis sebuah buku berjudul Curing Cancer with Carrots alias menyembuhkan kanker dengan wortel. Well, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda ya Ladies.

sumber:vemale.com