Showing posts with label Info Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Info Kesehatan. Show all posts

Bahaya Ibu Hamil Bila Konsumsi Minuman Soda

Liputan6.com, Jakarta Kadang, ibu yang sedang hamil tetap mengonsumsi minuman soda diet untuk menjaga berat badan tubuhnya. Namun, apakah Anda tahu bahwa ibu hamil yang mengonsumsi minuman tersebut akan berdampak pada berat badan yang berlebihan pada bayinya?

"Hasil penelitian menunjukkan pemanis buatan yang dikonsumsi oleh ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko pada berat badan berlebih pada anaknya di kemudian hari,"ujar Meghan Azad dari Children's Hospital, Institute of Manitoba, dan rekannya dalam laporan yang diterbitkan dalam Jurnal American Medical Association JAMA Pediatrics, Seperti yang dilansir dari NBC News, Senin (20/6/2016).

Studi yang dilakukan kepada lebih dari 3.000 wanita dan bayi mereka, menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang semasa hamilnya mengonsumsi minuman soda diet, ternyata dua kali lipat mempunyai berat badan berlebih saat umur menginjak setahun jika dibandingkan dengan bayi dari wanita yang tidak mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan.
Orang yang mengonsumsi minuman soda diet juga memiliki risiko menambah berat badan. Para peneliti menambahkan, banyak dari mereka tidak memiliki skor nilai yang baik dalam indeks mengonsumsi makanan sehat.

Para dokter menyarankan agar ibu yang sedang hamil tetap diet. Ibu hamil memang akan bertambah berat badannya, tetapi tidak akan berlebihan. Cara yang bisa dilakukan dan membantu menjaga berat badan tubuh saat hamil adalah menjalani diet sehat dan melakukan olahraga ringan.

Sebelum Cium Bayi, Perhatikan Hal Ini Agar Tak Tularkan Penyakit

Jakarta, Kebiasaan mencium bayi memang berisiko menularkan penyakit infeksi, namun jika dilakukan sembarangan. Pakar mengatakan boleh-boleh saja mencium bayi, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan beberapa penyakit memang bisa ditularkan melalui ciuman. Sebut saja  infeksi mononukleosis, herpes, batuk pilek hingga flu Singapura.

Solusinya, dr Meta menganjurkan agar bayi yang dijenguk tak dicium di mulut, lebih baik di pipi atau keningnya. "Yang pasti jangan cium di mulut ya, karena risiko tertular infeksi lebih besar," paparnya kepada detikHealth, Senin (28/9/2015).

Jika memang yang mencium keluarga atau kerabat dekat, selama ia sedang dalam kondisi sehat tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika yang mencium adalah orang asing, ibu pun pasti merasa was-was.

Ketika sedang berjalan-jalan bersama buah hati, terkadang memang ada orang yang sengaja mendekat untuk mencium bayi. Hal ini terjadi karena mereka menyukai bayi Anda dan menganggapnya lucu. Ciuman pun dilakukan sebagai bentuk kasih sayang tanpa ada maksud jahat.

dr Meta mengatakan ketika hal ini terjadi, orang tua memiliki hak untuk melarang. Memang akan terkesan tidak enak atau sombong, tapi melarang orang lain untuk mencium bayi memang termasuk hak orang tua.

"Langsung katakan secara jujur bahwa kita sebagai orang tua merasa keberatan kalau anak dicium-cium. Saya rasa sih nggak masalah ya," pungkasnya.

Terakhir, jangan lupa cuci tangan sebelum menyentuh bayi. Memang ada sebagian ibu yang percaya bahwa bayi jangan dibuat terlalu steril untuk mengembangkan sistem imunnya. Tapi menurut dr Meta, mencuci tangan sebelum menyentuh bayi merupakan keharusan.

"Betul, tapi pastikan cara mencuci tangannya benar ya. Bayi masih belum sempurna sistem imunnya, sehingga lebih mudah sakit," pungkasnya.
(mrs/vit)

Sumber: health.detik.com

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Kram di Malam Hari

Jakarta, Kram bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika Anda tengah tertidur pulas. Ternyata, kondisi kram nokturnal seperti ini dialami oleh hampir 60 persen orang dewasa di mana ketika kram menyerang, bagian tubuh yang mengalami kram akan terasa sakit, mengetat, dan nyeri.

Seperti diungkapkan Scott Garrison, MD, PhD dari Departemen Kedokteran Olahraga di University of Alberta, kram nokturnal di malam hari terjadi ketika saraf yang membawa sinyal dari otak ke otot-otot 'menembakkan' terlalu banyak pesan. Akibatnya, otot akan berkontraksi dengan cara yang membuat Anda tidak nyaman.

"Duduk atau berbaring dalam waktu yang lama, termasuk ketika Anda sedang tidur bisa memicu gangguan saraf seperti itu. Maka dari itu, seringkali Anda mengalami kram di malam hari," kata Garrison seperti dikutip dari Preventionpada Jumat (25/9/2015).

Anehnya, studi terbaru yang dilakukan Garrison dan tim menemukan bahwa kram nokturnal di malam hari sering terjadi ketika musim panas. Ia berasumsi jika penyebabnya karena di musim panas seseorang mendapat lebih banyak paparan sinar matahari. Sebab, kejadian kram menurut Garrison juga dipengaruhi nutrisi yang mengatur pertumbuhan dan perbaikan serat otot.


Namun, pertumbuhan dan perbaikan serat otot yang berlebihan juga bisa mengirimkan mekanisme tertntu ke otot bagian belakang tubuh yang menyebabkan kram. Pada usia 50 tahun ke atas, kram lebih umum terjadi. Sebabnya, di usia seperti itu seseorang mulai kehilangan sel-sel saraf yang mengirimkan pesan dari otak ke otot. Akibatnya, sel yang tersisa harus bekerja lebih keras lagi.

"Umumnya kram di malam hari tidak berbahaya apalagi jika Anda tahu pemicunya. Jika terjadi terus-menerus, bisa jadi ada ketidakseimbangan elektrolit atau gangguan neuromuskuler seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS), tapi untuk memastikannya Anda perlu cek ke dokter terlebih dulu," papar Garrison.

Peregangan pada betis, paha belakang, dan paha depan sebelum tidur bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalisir kram di malam hari. Bahkan, sebuah studi tahun 2012 di Belanda menemukan bahwa pada lansia mereka mengalami kram di malam hari yang lebih sedikit setelah rutin melakukan peregangan minimal 3 menit sebelum tidur.

"Ketika kram menyerang di tengah malam, untuk mengurangi rasa sakit coba lakukan pula peregangan. Bisa juga Anda mencoba turun dari tempat tidur dan berjalan selama satu menit, atau menggunakan obat gososk hangat untuk merelaksasi otot yang kram," kata Garrison memberi saran.
(rdn/up)
Sumber :Health.detik.com

Gangguan Mata yang Sering Dialami Anak

Mata yang sehat adalah modal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, indera penglihatan ini tak luput dari gangguan, termasuk pada anak-anak. 

Kenali apa saja gangguan mata yang bisa dialami si kecil. Sebagian besar bisa dideteksi lewat pemeriksaan mata rutin di usia prasekolah. 

- Amblyopia (mata malas)

"Mata malas" adalah gangguan penglihatan yang sering diderita anak. Kondisi ini sering tak disadari karena mata tampak normal. Gangguan ini sebaiknya diatasi sebelum anak usia sekolah.

Penyebab utama mata malas adalah perbedaan fokus antara salah satu mata yang sangat mencolok. Misalnya satu mata minus tinggi sedang mata lain normal. Jika tidak ditangani kondisi ini akan menyebabkan gangguan penglihatan permanen karena otak lambat laun mengabaikan sinyal dari mata yang mengalami refraksi.

- Strabismus (juling)

Strabismus adalah ketidaksamaan kedua bola mata melihat satu titik yang sama. Jika salah satu mata tampak sangat juling besar kemungkinan amblyopia juga terjadi di sana. Dengan deteksi dini, penglihatan bisa diperbaiki, baik dengan operasi atau kacamata khusus.

- Penyimpangan bias (refractive errors)
Kondisi ini akan menyebabkan gambar tampak buram. Penyimpangan bias juga bisa memicu amblyopia. Pada anak-anak yang paling sering adalah ketidakmampuan melihat objek yang jauh (myopia). 

- Retinoblastoma
Ini merupakan tumor yang sering muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Tumor ini akan menyebabkan kebutaan dan gejala putih di pupil.

- Infatil katarak
Pada bayi baru lahir bisa juga terjadi katarak yang akan menyebabkan penglihatannya tampak berkabut.

- Glaukoma kongenital

Kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya diturunkan. Glaukoma kongenital terjadi karena perkembangan yang belum sempurna kanal air mata pada janin. Dengan pengobatan dan operasi gangguan tersebut bisa diatasi. 

- Gangguan penglihatan lain yang membutuhkan penanganan segera adalah retinopati prematur yang dialami bayi yang lahir prematur.

sumber: health.kompas.com

Gangguan Mata akibat Keseringan Main "Gadget"

Salah satu gangguan mata yang paling umum dialami orang modern adalah mata kering dan terasa panas akibat penggunaan gadget yang terlalu sering. Maklum saja, gadget kini sudah menjadi barang wajib yang tak boleh lepas sedikit pun dari genggaman. 

Terlalu lama menggunakan gadget juga akan membuat mata menjadi lelah, pandangan kabur, mata terasa tidak nyaman, merah, dan gangguan penglihatan lainnya. Menurut dr.Ikhasan Revino, spesialis mata dari klinik mata SMEC, gangguan pada mata juga bisa berpengaruh pada kondisi tubuh secara umum.

"Mata yang digunakan untuk melihat gadget seperti komputer, smartphone atau tablet dalam waktu lama dan tanpa istirahat dapat membuat mata lelah sehingga cepat mengantuk. Ini juga akan menyebabkan sakit kepala dan berpengaruh pula terhadap hormon-hormon yang mengatur kekebalan tubuh," kata Ikhsan di Jakarta (16/10/14).

Efek buruk penggunana gadget yang terlalu sering ini bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak, terlebih gadget kini sudah menjadi "mainan" anak. "Jika tidak dites, mata yang kita anggap normal ternyata sudah rusak," katanya. 

Ditambahkan oleh dr. D.A.N Canara Sari, Sp.M, memakai gadget dalam waktu lama dan jarak dekat bisa berpengaruh terhadap fokus pada jarak dekat dan menyebabkan mata minus. "Biasanya orang tua telat mengajak anaknya ke dokter setelah ada masalah di mata mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, kebanyakan pasien anak-anak yang ditanganinya mengalami miopia atau rabun jauh. Gejala yang perlu diwaspadai orangtua adalah anak terlihat suka mengedipkan mata terus-menerus, jadi sering duduk terlalu dekat saat menonton televisi, membaca buku terlalu dekat, dan lain sebagainya. (Eva Erviana)

sumber:health.kompas.com

Berhasil Sembuh Dari Kanker Stadium 4 Berkat 1 Liter Jus Wortel Setiap Hari

Sungguh sangat ajaib Ladies. Berkat meminum jus wortel sebanyak 1 liter setiap harinya wanita ini berhasil sembuh dari kanker ganas stadium 4. Dilansir oleh lamanhealthmeup.com, pada tahun 2013, Ann Cameron didiagnosa terjangkit kanker usus stadium 4 yang sudah menjalar ke paru-parunya. Ann mendapat tawaran untuk menjalani perawatan kemoterapi, namun sebenarnya itu tak bisa menyembuhkan kankernya. Tim medis mengatakan bahwa harapan hidup Ann hanya tinggal 2-3 tahun lagi.

Ann pun memutuskan untuk tidak memilih kemoterapi dan mulai mencari pengobatan alternatif secara online. Ia pun membaca sebuah kisah nyata di internet tentang seorang pria bernama Ralph Cole yang telah berhasil selamat dari kanker dengan minum jus dari 2,25 kg wortel setiap hari. Delapan minggu kemudian dokter menemukan bahwa benjolannya mulai berkurang. Cole tekun dan rutin meminum jus wortel setiap hari dan akhirnya bisa sembuh dari kanker yang sudah menyerangnya sejak tahun 2006 silam.
Terinspirasi oleh Cole, Ann Cameron pun memutuskan untuk mencobanya. Ia rutin meminum jus tersebut dan hanya dalam 8 minggu saja tumor dalam tubuhnya berhenti tumbuh.

Ajaibnya setelah 13 bulan mengonsumsi jus wortel tersebut setiap harinya Ann Cameron pun divonis sembuh dari kanker stadium 4 yang menyerangnya. Hasil CT scannya pun benar-benar jelas. Ann selamat dari kanker yang mengancam kehidupannya. Untuk membagikan pengalaman yang berharga dan berguna bagi sesama manusia ia pun menulis sebuah buku berjudul Curing Cancer with Carrots alias menyembuhkan kanker dengan wortel. Well, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda ya Ladies.

sumber:vemale.com

Rokok Elektrik Malah Bikin Remaja Tergoda Rokok Konvensional

Jakarta, CNN Indonesia -- Rokok elektrik atau yang terkenal dengan sebutan 'Vape' adalah hal yang sangat terkenal di kalangan pemuda zaman ini. Rumornya, rokok elektrik itu lebih sehat dan lebih murah dibandingkan dengan rokok konvensional.

Banyak anak muda menggunakan rokok elektrik untuk menghindari konsumsi rokok asli. Namun, menurut para peneliti, rokok elektrik akan menyebabkan anak muda tergoda mencoba rokok asli.

Sebuah studi yang berlangsung selama satu tahun, meneliti 700 anak muda di Amerika Serikat. Studi ini menemukan 16 orang dari mereka pernah mencoba rokok elektrik. Hasilnya, 68 persen dari mereka tergoda mencoba rokok asli, dibandingkan dengan yang tidak pernah mencoba rokok elektrik, yakni 18 persen.

Para peneliti dari University of Pittsburgh mengatakan bahwa orang yang mengisap rokok elektrik, lebih mungkin untuk ketagihan nikotin dan akan mengisap rokok asli.

Brian Primack, pemimpin studi tersebut, mengatakan bahwa harus ada pembatasan dalam penjualan rokok elektrik.

"Karena meningkatnya penggunaan rokok elektrik ini pada kalangan anak muda, penemuan kami mendukung adanya peraturan untuk membatasi penjualan dan mengurangi daya tarik rokok elektrik pada anak muda," katanya, seperti dilansir dari Telegraph.

Jonathan Klein dari American Academy of Pediatrics juga angkat suara terkait hal ini.

"Saat banyak orang masih tidak yakin dengan keburukan dan keuntungan rokok elektrik, serta meminta studi lebih lanjut terkait hal tersebut, penemuan yang dilakukan para peneliti telah memiliki bukti kuat bahwa rokok elektrik memicu anak muda mengisap rokok asli dan menyebabkan ketagihan nikotin," tutur Klein menegaskan.

"Kita tidak butuh penelitian lebih lanjut terkait pertanyaan itu, kita sudah punya bukti yang kuat," katanya menambahkan.


Hasil studi tersebut telah dipublikasikan pada JAMA Pediatrics.(mer)

sumber: cnnindonesia.com

Bayi Paling Mudah Tertular Batuk Rejan dari Saudaranya

Jakarta, CNN Indonesia -- Penelitian terbaru terhadap 1.306 bayi menemukan bahwa batuk rejan pada bayi saat ini lebih sering ditularkan oleh saudara kandung dibanding oleh ibu si bayi.

Padahal semula diduga para ibulah yang paling sering menularkan batuk rejan akibat kedekatannya dengan anak-anak yang masih bayi. Hingga pada 2008, banyak peneliti curiga bahwa bukan ibu sumber utama penularan batuk rejan pada bayi.

"Mengetahui darimana mereka tertular penyakit itu adalah hal penting, jadi kita bisa mencari pendekatan pencegahan dan pengobatan yang sesuai," kata Tami Scoff dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta, Amerika Serikat.

Menurut CDC, batuk rejan dapat menjadi penyakit yang berbahaya, bahkan dapat berujung pada kematian bagi bayi.

Penyakit ini lebih dikenal dengan istilah resmi, Pertusis. Dulu, sang ibu dikenal sebagai orang yang paling mungkin menularkan infeksi Pertusis kepada anaknya.

Dalam studi baru ini, para peneliti menggunakan data antara tahun 2006 dan 2013 dari 1.306 bayi di tujuh negara bagian, seperempat dari mereka berumur kurang dari dua bulan.

Mereka meneliti dengan cara menanyakan siapa yang mengidap batuk rejan ini antara satu sampai tiga bulan sebelum bayi-bayi itu memulai batuknya. Dengan hal ini, para peneliti dapat mengetahui apa dan siapa sumber infeksi atas 44 persen bayi itu.

Hasilnya adalah, saudara kandung mereka lah yang paling mungkin menularkan batuk rejan ini, dengan persentase 36 persen, dibandingkan dengan para ibu, yakni 21 persen dan para ayah hanya mencapai 10 persen.

Para peneliti itu kemudian menulis dalam jurnal Pediatrics bahwa perubahan ini tidaklah mengejutkan. Pasalnya, batuk rejan pada saat ini menjadi hal yang sering terjadi kepada anak-anak. Hal ini diakibatkan proteksi versi vaksin batuk rejan terbaru yang melemah dalam beberapa tahun terakhir.

"Jadi masuk akal bahwa kita melihat transisi dari ibu ke saudara kandung sebagai sumber infeksi," kata Skoff kepada Reuters Health.

Penelitian ini, menurutnya, menunjukkan bahwa meskipun orang-orang disekitar bayi itu telah divaksinasi, hal itu tidak akan menghalangi batuk rejan untuk menular.

Malahan, ia menyarankan bagi para wanita untuk mendapatkan vaksinasi batuk rejan ketika sedang mengandung, agar antibodinya dapat diturunkan ke janin. Antibodi itu akan dapat memproteksi bayi tersebut hingga ia cukup dewasa untuk divaksinasi.


"Kalian bisa memberikan proteksi langsung kepada ibu dan bayinya," ujar Skoff. "Terdapat beberapa data di Inggris yang menunjukkan bahwa vaksinasi pada saat kehamilan sangat efektif. Data itu sangat menjanjikan, maka dari itu kita menggunakan strategi ini.

sumber: cnnindonesia.com

Mengenal Deep Brain Stimulation, Terapi Khusus untuk Pengidap Parkinson

Jakarta, Penyakit parkinson memang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Namun seiring berkembangnya ilmu di bidang kesehatan, kini ada terapi yang dapat meringankan sindrom parkinson yang dialami seseorang.

dr Frandy Susatia, SpS dari Parkinson and Movement Disorder Center, RS Siloam Kebon Jeruk mengatakan bahwa sampai saat ini penyebab pasti mengapa seseorang terserang parkinson belum diketahui. Namun berdasarkan penelitian, orang yang terserang parkinson memiliki kerusakan dalam neuron otak yang fungsinya mengatur pergerakan.

Neuron dalam otak ini memproduksi dopamin, senyawa neurotransmitter yang fungsinya mengantarkan perintah untuk mengatur gerakan manusia. Ketika terserang parkinson dan neuron tersebut mati, otomatis dopamin tak bisa diproduksi dan menyebabkan pergerakan terganggu.

Nah, terapi terbaru yang disebut sebagai Deep Brain Stimulation ini menggantikan neuron yang sudah rusak atau mati tersebut. Dengan menggunakan alat, dokter kini dapat memberikan stimulasi pada otak untuk memproduksi dopamin dan mengurangi sindrom parkinson.

"Singkatnya DBS itu teknik operasi yang menstimulasi otak dalam. Kita memasukkan elektroda atau chip di kepala yang fungsinya untuk memproduksi dopamin, dan diprogram oleh dokter saraf sesuai kondisi pasien," tutur dr Frandy dalam temu media di restoran De Mingle, Jl Raya Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (9/9/2015).

Chip yang ditanam di kepala ini lalu dihubungkan dengan alat pengatur dan baterai yang ada di dada. Mirip seperti alat pacu jantung, kabel konektor dari kepala hingga baterai yang ada di dada semuanya dipasang di bawah kulit.

"Memang prinsipnya mirip seperti pacemaker. Kalau pacemaker kan di membuat jantung berdenyut supaya tidak terlalu lemah, nah ini pacemaker otak jadinya mengirim dopamin untuk meringankan sindrom parkinson," ungkapnya lagi.

Setelah alat dipasang di dada, dokter akan memprogram alat tersebut. Hal-hal yang diatur antara lain aliran gelombang listrik ke otak, bagian otak yang dialiri listrik dan hal-hal yang berhubungan dengan neurotransmitter lainnya.

"Jadi setelah dipasang, tiap dua minggu kontrol untuk melihat apakah programnya maksimal atau tidak, ada yang ditambahkan atau dikurangi. Setelah itu tiap tiga bulan juga boleh. Alatnya bisa tahan 5 - 8 tahun baterainya," tutupnya.
(mrs/vit)

sumber: Health.detik.com

Pekerjaan Apa Sih yang Rentan Picu Stroke?

Jakarta, Tekanan dalam hidup banyak penyebabnya. Bisa karena kondisi perekonomian yang serba kekurangan, atau karena tekanan yang demikian berat di pekerjaan. Disadari atau tidak tekanan itu bisa membuat sesorang stres dan pada akhirnya membuat yang bersangkutan rentan terkena stroke.

Lalu pekerjaan apa sih yang banyak tekanannya sehingga memicu stres dan menjadikan seseorang rentan stroke? Menurut dr Priscilla Ryanti Andradi, SpS, di saat sekarang ini ketika terjadi resesi ekonomi, maka orang yang menjadi pengusaha rentan terkena stres.

Tak cuma itu, dokter pun ada yang terkena stroke, karena salah satunya dipicu oleh stres dari tekanan pekerjaannya. "Dokter yang banyak tekanan, misalnya seperti kandungan dan bedah, harus hati-hati dan bisa memanajemen stres dengan baik," ucap dr Priscilla usai seminar bertajuk 'Solusi Tepat Atasi 2 Penyakit Paling Mematikan se-Indonesia,' yang digelar Multicare di Putri Duyung Convention Hall, Jl Lodan Timur No 7, Ancol, Jakarta, dan ditulis pada Senin (7/9/2015).

Baca juga: Sering Sakit Kepala, Apakah Pertanda Stroke?

Stres sebenarnya wajar dialami siapapun. Pekerjaan apapun bisa memberikan dampak stres. Misalnya saja pedagang, bisa saja jadi begitu tertekan karena dagangannya tidak laku, padahal harus membayar sewa toko dan gaji karyawan. Belum lagi ada banyak pelanggan yang berutang. Stres memang bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dengan baik. Ambillah sedikit waktu untuk beristirahat dan melepaskan ketegangan.

Dari pengalaman dr Priscilla, rata-rata pasien stroke yang datang kepadanya merupakan stroke perdarahan, yakni stroke yang diakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak, lalu keluar darah. Stroke jenis ini mengakibatkan sakit kepala demikian hebat yang bahkan bisa berdampak pada hilangnya kesadaran.

"Untuk usia muda, yang banyak kasus stroke perdarahan. Karena rata-rata juga ada kaitan dengan kelainan pembuluh darah bawaan," ujar dr Priscilla.

Ketimbang larut dalam stres, dr Priscilla menyarankan agar menghadapi segala sesuatu dalam hidup dengan lebih rileks. Ingatlah bahwa ketegangan akibat stres bisa memicu tekanan darah. Memang tidak mudah berdamai dengan stres, tapi cobalah untuk lebih santai dan rileks.

Menurut dr Priscilla, pemulihan pasien stroke dipengaruhi oleh banyak faktor, tak terkecuali jenis strokenya. Pada stroke perdarahan, biasanya lebih fatal. Usia juga memengaruhi, di mana jika yang terkena usianya belum terlalu lanjut, biasanya akan lebih mudah pulihnya.

"Tergantung juga pada luasnya area yang terkena stroke. Kalau yang rusak sedikit, itu masih ringan, sehingga lebih mudah pemulihannya," kata dr Priscilla.(vit/up)

sumber:health.detik.com

Cara-cara Meminimalkan Ngilu Saat Sahur dan Berbuka Akibat Gigi Sensitif

Jakarta, Gigi sensitif pastinya bisa menghambat kenikmatan yang dirasakan seseorang dalam mengonsumsi sesuatu. Terutama, ketika di bulan puasa seperti ini, konsumsi minuman dingin saat berbuka misalnya, sudah bisa membuat gigi terasa ngilu.

Mark S. Wolff, DDS, PhD, profesor ketua Department of Cariology and Comprehensive Care di New York University College of Dentistry, menuturkan minuman favorit seperti teh yang kerap menjadi minuman utama saat berbuka bisa menimbulkan ngilu pada gigi.

"Selain teh, makanan dengan tingkat asam yang tinggi seperti soda, kopi, jus, atau anggur bisa memperburuk erosi enamel gigi hingga menimbulkan rasa ngilu dan tidak nyaman. Jika Anda ingin mengonsumsi minuman berkarbonasi, tidak masalah tapi perhatikan apakah minuman itu mengandung asam sitrat atau tidak," tutur Wolff seperti dikutip dari Web MD.

Wolff mengatakan, pada dasarnya gigi sensitif bisa terjadi akibat adanya gangguan pada satu atau lebih struktur akar gigi. Normalnya, struktur akar gigi ditutupi jaringan gusi. Namun, kenyataannya akar gigi tidak ditutupi jaringan gusi sehingga akan terekspos bagian dentin yang berisi jutaan tubulus kecil yang masing-masing terhubung ke saraf gigi.



"Ketika dentin tidak terlindungi jaringan gusi atau akibat adanya pengikisan enamel, masalah pun timbul salah satunya gigi menjadi lebih sensitif ketika kontak dengan sesuatu yang terlalu panas, dingin, keras, atau bahkan lembut," imbuh Wolff.

Di bulan Ramadan seperti saat ini, Jehezkiel Mertua selaku expert marketing GSK Oral Care memberikan beberapa tips untuk mencegah rasa ngilu pada gigi, terutama saat berbuka puasa. Sebaiknya, kurangi makanan atau minuman yang mengandung soda, cuka, atau lemon selama bulan Ramadan.

Kemudian, perbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya akan kandungan air sehingga bisa membantu meningkatkan produksi air liur saat berpuasa. Tak lupa, lanjut Jehezkiel, saat menyikat gigi, lakukan secara lembut dari arah gusi ke gigi dan kombinasikan dengan gerakan memutar.

"Usahakanlah menggosok gigi sehabis makan sahur dan sebelum tidur malam dengan sikat gigi berbulu lembut dan halus serta pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dan mengurangi ngilu. Setelah itu, sempurnakan dengan penggunaan mouthwash khusus untuk gigi sensitif," tutur Jehezkiel dalam keterangan tertulisnya kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (1/7/2015).(rdn/up)
sumber: health.detik.com

sumber: health.detik.com perawatan tubuh

Seorang Petani di Tiongkok Temukan Mesin untuk Hilangkan Batu Ginjal

Jiangxi, Tiongkok, Frustrasi karena istri mengidap batu ginjal, pria ini memutar otaknya. Meskipun hanya berprofesi sebagai seorang petani dan tidak berlatar belakang pendidikan teknik, pria ini berhasil menciptakan sebuah alat sederhana untuk meringankan beban sang istri.

Namanya Zhu Qinghua. Di tahun 1993, ginjal bagian kiri milik istrinya harus diangkat karena mengalami kegagalan fungsi. Akan tetapi beberapa tahun kemudian dokter menemukan bebatuan di ginjal kanan sang istri.

Padahal bagi pasien wanita yang hanya memiliki satu ginjal, operasi dikatakan terlalu berisiko. Satu-satunya saran dari dokter adalah istri Qinghua diminta untuk berdiri dengan posisi terbalik atau kaki di atas. Konon bila pasien batu ginjal dapat berdiri dengan posisi terbalik selama beberapa waktu, batu ginjal yang ada di tubuhnya akan larut dengan sendirinya.


Qinghua merasa istrinya tak mungkin mampu melakukan hal itu. Namun kemudian muncul ide cemerlang di otaknya. Ia pun menciptakan sebuah mesin yang dapat membantu belahan jiwanya agar bisa berdiri terbalik tanpa perlu bersusah payah.

Mesinnya berbentuk serupa ranjang atau tandu. Ranjang ini kemudian dilengkapi semacam tali-tali besar yang cukup lentur untuk mengikatkan tubuh pasien ke ranjang, atau menahan tubuh mereka saat diberdirikan dalam posisi terbalik. Qinghua lantas melengkapi ranjang buatannya dengan mesin traktor agar dapat bergetar.

Cara kerjanya, pasien ditidurkan di atas ranjang. Kemudian kedua untai tali yang berfungsi sebagai semacam sabuk itu dikalungkan ke kedua bahu pasien. Tubuh pasien juga diikatkan ke ranjang dengan tali-tali lain yang telah menempel pada ranjang. Setelah itu tubuh pasien diberdirikan namun dalam posisi terbalik. Ketika mesin traktornya dinyalakan, tubuh pasien agar bergetar.

Siapa sangka, upaya Qinghua tidak sia-sia, sebab sang istri benar-benar bisa pulih setelah memanfaatkan ranjang khusus buatannya itu. Tak sia-sia rasanya karena untuk membuat mesin itu sendiri, pria berusia 51 tahun itu telah menghabiskan modal hingga 1.000 yuan (sekitar Rp 2,1 juta). Oleh Qinghua, mesin itu pun ia beri nama 'stone removing bed'

Bahkan setelah istrinya dinyatakan sembuh, mesin sederhana bikinan pria asal Provinsi Jiangxi, Tiongkok ini mendapat pengakuan dari banyak pihak. Dan tahun lalu, ia berhasil mengantongi hak paten untuk mesinnya tersebut. Setelah mengantongi paten, Qianghua sempat memodifikasi mesin ciptaannya itu agar getaran yang dibuatnya semakin keras. Dengan begitu proses pengobatan menjadi semakin cepat.

"Saya berharap mesin ini dapat diproduksi secara massal sehingga bisa membantu lebih banyak penderita batu ginjal," harapnya seperti dikutip dari Asia One, Selasa (14/4/2015).

Sumber: Health.detik.com

Wanita Ini Klaim Hampir Sembuh dari Kanker Setelah Rajin Makan Nanas

Hertfordshire, Inggris, Oleh dokter, umurnya divonis tinggal lima tahun lagi karena kanker agresif yang menggerogoti tubuhnya. Namun ia justru menolak dioperasi, apalagi kemoterapi. Siapa sangka, ia bisa sembuh hanya dengan makan nanas.

Di tahun 2011 lalu Candice-Marie Fox menemukan sebuah benjolan di atas tulang selangkanya, dan dari hasil pemeriksaan dengan ultrasound, dokter menemukan 20 tumor di tiroidnya.

Bila tidak segera dioperasi, dikhawatirkan suara Candice akan hilang dan ia bisa saja meninggal dunia hanya dalam waktu satu tahun. Ia pun terpaksa mengiyakan permintaan dokter untuk operasi, termasuk pengobatan radioaktif untuk membersihkan tumor yang tersisa pasca operasi.

Namun bukannya sembuh, dua bulan kemudian wanita asal Houghton Regis, Hertfordshire itu malah dikabari kalau kankernya telah menyebar ke liver dan bagian belakang lehernya, termasuk pra-kanker di paru-parunya. Dokter bahkan memvonis umur mantan model itu hanya tinggal lima tahun lagi.

Mengetahui hal ini, dokter lantas merekomendasikan agar Candice kembali ke rumah sakit enam bulan lagi untuk kemoterapi, tapi kali ini ia menolak. Ia beralasan orang-orang terdekatnya justru banyak yang meninggal sia-sia karena prosedur tersebut.

"Sahabat dan sepupu saya meninggal karena kemoterapi, dan saya tak mungkin mau melakukannya. Lalu saya bertekad untuk sembuh, dan mulai mengonsumsi buah-buahan, bahkan hanya makan buah saja selama berhari-hari tanpa diselingi bahan makanan lain," tandas Candice.

Dalam sehari, ia mengonsumsi nanas sebanyak tiga kali, serta mengkombinasikannya dengan jeruk, lemon, apel, kiwi dan pisang dalam jumlah besar. Buah-buahan tersebut dikenal mengandung banyak protein bernama bromelain yang terbukti dapat membasmi, bahkan 'memakan' tumor.

Bahkan ia juga menghindari berbagai 'racun' dalam hidupnya, di antaranya alkohol dan daging. "Saya berhenti memakai produk kosmetik yang sarat bahan kimia, berhenti merokok, dan mulai aktif di kelas yoga. Sebab stres bahan kimia dan produk hewani merupakan 'makanan utama' kanker, jadi saya harus menghindarinya," terangnya seperti dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (3/4/2015).

Uniknya, Candice juga menceraikan suami yang baru ia nikahi dua tahun lalu. Ia mengaku suaminya tak suportif pada perjuangannya untuk sembuh dari kanker. Daripada menambah beban, ia memutuskan untuk berpisah darinya.


Hal mengejutkan kemudian terjadi enam bulan kemudian. Dari hasil pemeriksaan, kankernya telah berkurang dari yang awalnya 13 nanogram per mililiter hingga tinggal 0,7 nanogram per mililiter. Itu artinya Candice dinyatakan hampir sembuh, dan kanker di tubuhnya nyaris hilang.

"Kini tak ada lagi tumor yang tersisa di tubuh saya, dan saya sangat bersyukur karena hal ini," tutupnya

Belum ada penelitian pasti bahwa nanas bisa mengobati kanker payudara. Hanya saja dokter selalu mewanti-wanti agar pasien kanker tidak 'shopping' pengobatan alternatif. Sebab kerap kali begitu didiagnosis kanker, pasien menghilang. Mereka umumnya mencoba aneka pengobatan tanpa sama sekali melibatkan pengobatan medis. Ketika kondisi bertambah parah, mereka baru kembali ke pengobatan medis. Sehingga sering penanganan sudah terlambat. Padahal kanker lebih mudah ditangani jika masih awal diketahui. Karena itu deteksi dini kanker sangat disarankan dilakukan.

dr Walta Gautama SpB(K)Onk, beberapa waktu lalu mengatakan faktor keterlambatan penanganan kanker payudara utamanya karena kurang pengetahuan tentang gejala, deteksi dini, dan terapi kanker payudara. Kemudian, kurangnya akses pelayanan kesehatan yang terjangkau. Dan yang paling sering yaitu takut menjalani terapi kanker sehingga memilih ke pengobatan alternatif yang sedang marak.

"Kalau ada pengobatan alternatif yang lagi booming pasti banyak nih kasus kanker datang-datang sudah stadium 3 dan 4. Masih dini padahal, banyak coba obat ini itu, 6 bulan kemudian banyak yang datang sudah stadium 3 dan 4. Datang sudah besar benjolannya, sudah ada luka," kata dr Walta

Sumber : Health.detik.com

Ditemukan, Tes Sederhana Diagnosis Awal Kanker Ginjal


 Penyakit kanker biasanya baru diketahui saat gejalanya sudah masuk stadium lanjut. Ini terjadi karena penyakitnya tak bergejala serta pemeriksaan kesehatan yang jarang dilakukan. Kini ada cara baru yang bisa mendeteksi gejala kanker ginjal.

Dalam dunia kedokteran saat ini, cara untuk menemukan kanker ginjal adalah dengan pemeriksaan CT-scan atau MRI. Biaya penggunaan alat diagnostik itu tergolong mahal. 

Ahli anestesi Evan Kharasch memimpin penelitian untuk mencari cara pemeriksaan kanker ginjal secara dini. Deteksi dini sangat penting karena pasien kanker yang didiagnosis sebelum tumornya menyebar memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 80 persen.

Namun, jika kanker tidak ditemukan sampai akhirnya menyebar, 80 persen pasien meninggal dalam waktu lima tahun. 

Kharasch dan timnya menemukan bahwa tingkat pengukuran dua protein dalam urine memiliki akurasi sampai 95 persen dalam mendeteksi kanker ginjal tahap awal, tanpa adanya hasil positif palsu yang dipicu oleh adanya penyakit ginjal non-kanker. 

Mereka menganalisis contoh urine dari 720 pasien yang dijadwalkan untuk menjalani CT scan perut yang tidak terkait dengan dugaan kanker ginjal, bersama contoh dari 80 orang sehat dan 19 orang yang sebelumnya didiagnosis dengan kanker ginjal. 

Dari contoh tersebut, diuji tingkat protein aquaporin-1 (AQP1) dan periplin-2 (PLIN2) dalam urine. Tidak ada satu pun orang berkategori sehat memiliki peningkatan pada AQP1 dan PLIN2, tetapi para pasien kanker ginjal mengalaminya pada kedua protein tersebut.

Tiga dari 720 pasien yang menjalani CT scan perut juga menunjukkan peningkatan kadar kedua protein. Dua orang lainnya pun kemudian didiagnosis dengan kanker ginjal, dan tiga orang meninggal karena sebab lain yang muncul. Penelitian ini dipublikasikan pada 19 Maret dalam jurnal JAMA Oncology.

Meski disambut baik, tapi para ahli menyarankan agar penelitian ini dilakukan pada lebih banyak pasien dari populasi yang berbeda, baik secara geografis atau ras. 

"Jika dikonfirmasi dalam percobaan yang lebih besar, kemajuan hasilnya akan meningkatkan diagnosis kanker melalui cara yang mudah dilakukan dan sampel urine selalu tersedia," kata Maria Devita, direktur Nefrologi di Lenox Hill Hospital New York City. (Purwandini Sakti Pratiwi)

‎Sumber: health.kompas.com

Ini cara membedakan air mineral kemasan asli dan palsu

Air mineral palsu banyak beredar luas di masyarakat dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Bagaimana cara membedakan air mineral kemasan yang asli dan palsu agar tak tertipu.
Masyarakat harus lebih waspada dalam mengonsumsi air mineral kemasan. Fakta di lapangan banyak ditemukan air mineral palsu. Berbahaya karena menggunakan sumber air yang tidak jelas tanpa proses sterilisasi. Selain itu botol plastik air mineral merupakan jenis bahan yang hanya bisa sekali digunakan. Air mineral palsu yang menggunakan botol bekas sekali pakai tersebut akan mengakibatkan efek sangat buruk bagi kesehatan.
Terlebih saat ini sudah sangat sulit membedakan antara air mineral asli dengan palsu. Para penjual curang sudah semakin canggih mengemas air mineral palsu agar bisa nampak seperti asli. Air mineral palsu jelas sangat merugikan tubuh.
Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Eliyani menyarankan agar masyarakat lebih waspada dalam membeli air minum kemasan. Hasil penelitian YLKI menunjukkan banyak beredar air minum kemasan yang tidak memenuhi standar air minum. Sampel dari beberapa air minum kemasan yang diuji laboratorium menunjukkan adanya kandungan zat-zat berbahaya.
Agak sulit memang mengidentifikasi air minum kemasan yang memenuhi standar. Sebaiknya masyarakat membeli di tempat yang aman. Di tempat terbuka air minum sangat mudah terkontaminasi. Ada pula yang palsu. Itu sangat dikhawatirkan karena berbahaya bagi konsumen, kata Eliyani, Jumat (6/3).
Menurut Eliyani, air mineral kemasan yang telah terkontaminasi bisa diteliti melalui tiga cara, yaitu secara fisik, kimia, dan mikroba. Untuk kandungan kimia dan mikroba agak sulit karena harus di tes di laboratorium. Sedangkan secara fisik bisa dilihat dari warna, bau, dan rasa air tersebut.
Warna yang keruh harus diwaspadai. Jika membeli di tempat rentan kontaminasi sebaiknya air tersebut dikocok terlebih dahulu. Jika warna berubah setelah dikocok, misalnya terlihat lebih keruh, maka sebaiknya tidak perlu diminum.
Bau air mineral asli dan palsu juga berbeda. Air mineral asli tidak berbau sedangkan air mineral terkontaminasi akan menimbulkan bau tidak biasa.
Sedangkan rasa air bisa dirasakan di mulut. Air mineral palsu rasanya lebih kesat. Di langit-langit mulut juga akan ada seperti debu-debu yang menempel.
Untuk identifikasi secara fisik dari segi kemasan, Eliyani mengatakan agak sulit karena penjual sudah mampu membuat kemasan bekas menjadi nampak baru. "Sekarang segel dan tutup botol sudah bisa dibuat sendiri. Tapi kita bisa lihat dari tanggal kedaluwarsanya dan izin produksi. Yang pasti sebaiknya jangan beli di tempat terbuka, beli airnya di tempat yang aman saja," tandas Eliyani.
Disarankan pula kepada konsumen yang telah menggunakan botol air mineral agar meremas botol tersebut hingga gepeng. Hal ini untuk mencegah penggunaan berulang botol tersebut.

Sumber: merdeka.com

Cara Kembalikan Denyut Jantung ke Tempo Normal Usai Latihan Berat

Usai olahraga sudah pasti semua orang butuh minum untuk mengganti jumlah cairan yang dikeluarkan selama berlatih agar tak dehidrasi. Namun sebenarnya, berapakah jumlah paling pas konsumsi air setelah olahraga?

Beberapa studi menunjukkan bahwa setelah latihan dengan intensitas berat bisa membuat tubuh berusaha lebih keras mengatur detak jantung. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko aritmia dan mortalitas kardiovaskular.

Namun, peneliti dari Brazil's Federal University of Juiz de Fora menekankan bahwa minum sedikitnya segelas air saja pasca melakukan latihan berat, bisa mempercepat mengembalikan denyut jantung ke tempo normal. Dengan kata lain, risiko komplikasi pun bisa menurun.

"Jika Anda latihan berat, selama satu jam Anda akan mengeluarkan keringat 1-4% dari berat badan Anda," tutur William Adams, direktur kebijakan keamanan olahraga di Korey Stringer Institute kepada Prevention, dan dikutip pada Kamis (20/11/2014).

Keringat, dijelaskan Adams berasal dari bagian dalam sel dan plasma di darah. Semakin banyak keringat yang keluar makan semakin berkurang pula volume plasma hingga akibatnya, makin sedikit pula darah yang didistribusikan ke jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh.

Nah, untuk mengatur agar sirkulasi darah bisa mengalir sampai ke seluruh tubuh guna memenuhi kebutuhan tubuh, maka detak jantung akan meningkat dua kali lipat. Adams menyarankan, untuk mengira-ngira berapa jumlah air yang sebaiknya diminum usai olahraga berat, hitung terlebih dulu berat badan Anda sebelum dan sesudah olahraga.

"Anda butuh 150% air berdasarkan hasil penuruan berat badan Anda saat itu. Jika Anda turun 0,5 kg, berarti Anda butuh 750 ml air atau sekitar 3 gelas air. Penghitungan jumlah bobot yang turun bisa akurat dengan timbangan digital," tutur Adams.

"Tapi jika dirasa agak sulit menghitung penurunan berat badan serta olahraga yang dilakukan tidak terlalu berat, minumlah sesegera mungkin dan secukupnya. Perhatikan sinyal tubuh Anda agar tahu kapan cairan Anda sudah tercukupi, belum tercukupi, atau bahkan berlebihan," papar Adams.(rdn/up)

Timbang Tiap Hari Bikin Berat Badan Cepat Turun

Menimbang berat badan setiap hari nampaknya masih menjadi pro-kontra. Sebelumnya, menimbang berat badan tidak direkomendasikan dilakukan setiap hari. Namun penelitian terbaru malah menunjukkan pengaruh positif dari tindakan tersebut. Disebutkan kalau cara itu malah membantu menurunkan berat badan.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, mereka yang menimbang berat badannya setiap hari akan mendongkrak semangat besar untuk berperilaku sehat yang tentunya akan membuat penurunan berat badan lebih banyak.

Hasil riset diperoleh dari 91 partisipan berusia 18 dan 60 tahun tanpa kondisi medis utama dengan berat badan di antara rentang kelebihan hingga gemuk serta memiliki akses internet. Sekitar setengah, secara acak ditentukan dalam kelompok intervensi dan sisanya menjalani intervensi kemudian.

Di awal penelitian dan kemudian pada waktu enam bulan berikutnya, semua partisipan mengisi kuesioner tentang diet, olah raga dan perilaku lain terkait kesehatan. Kedua kelompok diberikan ‘e-scales’ dengan koneksi internet tanpa kabel yang akan mengirimkan data ke website yang menampulkan kemajuan sepanjang waktu. Mereka dalam kelompok intervensi juga diminta untuk menimbang berat badanya setiap hari. 
Selama penelitian, kelompok intervensi menerima pesan surat elektronik mingguan yang mencakup tip dan strategi penurunan berat badan, sementara kelompok pembanding tidak menerima apapun.

Dalam enam bulan, para periset menjumpai bahwa penimbang setiap hari, turun sekitar 6 kg sementara mereka yang menimbang berat badan lima hari atau kurang setiap minggunya, turun sekitar 3 kg.

“Kemungkinannya, menimbang setiap hari memicu pemahaman atas makanan yang disantap dan pengaruhnya terhadap berat badan mereka. Sehingga mereka lebih cenderung untuk mengurangi porsi makan, cukup mengonsumsi sayuran atau menggunakan pedometer,” ujar Dori Steinberg, nutrisionis dan pimpinan riset  dari Duke Global Health Institute, Duke University, Durham, Carolina Utara.

Selain itu, mereka yang menimbang setiap hari juga mengadopsi lebih banyak perilaku kontrol terhadap berat badan seperti mengurangi kudapan antar waktu makan serta memangkas jumlah santapan di restoran, menambah olah raga, dan mengurangi waktu menonton televisi. Setidaknya, penimbang harian mengadopsi rata-rata 17 perilaku positif dibandingkan tujuh perilaku positif dari mereka yang jarang menimbang berat badannya.

Riset sebelumnya menunjukkan bahwa pengawasan sendiri seperti menghitung langkah atau asupan makan, bisa membantu orang menyesuaikan perilakunya untuk tetap sejalan dengan targetnya.

Mengingat melacak diet bisa demikian sulit, para periset mencoba menghalangi partisipan untuk menelusuri dietnya. "Sebaliknya, lanjut Steinberg yang mempublikasikan hasil penelitiannya dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, kami meminta mereka untuk fokus terhadap berat badan harian guna memonitor kemajuan sebagai cara untuk menentukan apakah perilaku diet maupun olah raga mereka berhasil."

Ditambahkan oleh Dr. Kristine Madsen, dari University of California, Berkeley School of Public Health, menimbang berat badan setiap hari menjadi cara yang baik dalam memonitor kemajuan penurunan berat badan. Sekaligus, lanjut Steinberg, menjadi alat yang bermanfaat seperti halnya mencatat makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Menimbang setiap hari itu lebih mudah dan orang lebih cenderung tetap bisa melakukannya sepanjang waktu," tegas Steinberg.

Sumber: health.kompas.com

50 Persen Resep Obat yang Diberikan Dokter Tidak Rasional

Jakarta, Sebagai orang awam, pasien lebih sering pasrah saat harus menebus resep obat yang tak jarang harganya selangit. Padahal selain harganya menguras kantong, ada kalanya obat-obat yang diresepkan oleh dokter tidak benar-benar tepat.

"Sekitar 50 persen resep yang diberikan tidak sesuai, hal ini membuat biaya terbuang karena obat yang diberikan tidak efektif," ujar Prof dr Iwan Dwiprahasto, guru besar Farmakologi Universitas Gadjah Mada kepada wartawan dalam suatu kesempatan.

Salah satu ketidaksesuaian dalam resep obat adalah pemberian antibiotik untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya misalnya infeksi virus. Sementara survei di puskesmas dan rumah sakit menunjukkan, antibiotik termasuk jenis obat yang paling sering diresepkan.

Ada pula pasien yang mendapatkan terlalu banyak obat untuk satu penyakit yang dialaminya. Sebuah survei di Indonesia menunjukkan rata-rata pasien mendapat 4 jenis obat untuk satu kasus, bahkan ada yang sekaligus mendapat 5 obat dalam satu resep.

Resep dengan lebih dari satu obat, yang terkadang tidak benar-benar diperlukan, sering disebut dengan istilah polifarmasi dan dikategorikan sebagai salah satu bentuk peresepan yang tidak rasional. Untuk memastikan apa perlunya obat-obat tersebut diresepkan, pasien wajib bertanya pada dokter.

"Pasien jangan ragu untuk bertanya 'ini obat apa?', 'cara minumnya gimana?'. Pasien berhak untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan mereka," kata dr Marius Widjajarta, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia, seperti ditulis Rabu (18/3/2015).

Sumber: health.detik.com